EKONOMI

Sri Langgeng: Pemerintah Harus Powerfull Guna Tumbuhkan Ekonomi Batam

Pengeboran minyak lepas pantai./Dok.foto.megamein

BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam perlu powerfull dalam memberlakukan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pakar ekonomi Dr. Sri Langgeng Ratnasari, S.E. M.M, mengemukakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu ketegasan dalam menjalankan peraturan.

Menurut dia hal-hal yang mendesak diberlakukan seperti perubahan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah agar secara tegas dijalankan.

“Kebijkan memang perlu disosialisasikan agar masyarakat termasuk mitra pemerintah tidak kaget dengan perubahan maupun peraturan baru,” kata Wakil Rektor bidang Pengembangan, Peningkatan Mutu dan Kerjasama Universitas Riau Kepulauan itu.

Mengenai adanya pihak yang kontra dengan perubahan kebijakan ekonomi, menurut Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Batam ini adalah hal yang wajar.

“Kembali lagi ke power pemerintah untuk mengajak pihak yang kontra tersebut. Bagaimanapun pemerintah juga perlu menggandeng pelaku industri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Sri Langgeng menilai kondisi pertumbuhan ekonomi Batam selama dua tahun terakhir memang cukup memprihatinkan. Terjadi penurunan yang cukup jauh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Padahal pertumbuhan ekonomi Batam biasanya selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional.

Untuk menaikkan kembali pertumbuhan tersebut, menurutnya perlu effort atau upaya yang luar biasa dari semua komponen baik pemerintah maupun stake holder.

“Tentu bukan hanya tugas pemerintah daerah saja, tapi perlu ada peran serta pemerintah pusat untuk meningkatkan kembali ekonomi Batam,” ujar Wakil Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Kepulauan Riau ini.

Sinergitas antara pemerintah dengan para stake holder ini sangat penting guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi Batam.

“Kalaupun belum bisa di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, setidaknya mendekati angka rata-rata tersebut,” harap dia.

Ia mencontohkan, ketakutan pemerintah dalam membelanjakan anggaran dapat memunculkan multy player effect. Sehingga ekonomi menjadi tidak bergerak.

“Pemerintah harus segera membelanjakan anggaran yang telah ditetapkan agar ekonomi masyarakat tetap jalan,” terangnya.

Tak dapat dipungkiri jika banyak faktor yang menyebabkan ekonomi di Batam menurun.

Masalah dualisme yang berlarut-larut menjadi pemicu investasi dan gerakan ekonomi jadi melambat. “Masalah ini belum selesai,” tuturnya.

Belum lagi kondisi perekonomian global juga ikut pengaruhi ekonomi Batam yang selama ini bergantung pada industri padat karya.

“Saat minyak dunia sedang tidak bagus, akhirnya berimbas pada industri shipyard yang selama ini banyak menangani industri minyak,” pungkasnya.

Penulis: SA
Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top