BATAM CITY

Lahan 200 Meter Persegi di Batam Dapat SHM

Walikota Batam, Muhammad Rudi./Dok.Foto: Ist

BATAM – Masyarakat kota Batam dapat memiliki sertifikat hak milik (SHM) untuk lahan seluas kurang dari 200 meter persegi. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat karena sebelumnya lahan-lahan ini hanya bersertifikat hak guna bangunan (SHGB).

Walikota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa, Presiden Joko Widodo telah menyepakati dan menyetujui lahan seluas kurang dari 200 meter persegi bisa menjadi hak milik di Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Kebijakan Presiden melalui aturan masyarakat yang sudah memiliki tanah seluas di bawah 200 meter persegi akan diizinkan menjadi hak milik. Itu untuk lahan di luar kampung tua,” kata Rudi, Selasa (28/5/2019).

Selain hanya mengantongi SHGB atas tanah rumahnya masyarakat juga masih diwajibkan membayar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) atau sewa lahan kepada Badan Pengusahaan (BP) sebagai pemegang hak pengelolaan lahan (HPL) di Pulau Utama.

Peraturan tersrbut, lanjut Rudi, hanya untuk lahan yang peruntukkannya sebagai perumahan. Sementara rumah toko dan bangunan lainnya masih tetap diberlakukan kebijakan lama.

Terkait ukuran lahan, SHM hanya diberikan bagi pemilik lahan rumah dengan maksimal luas 200 meter persegi.

“Secara umum, yang 200 meter persegi dimiliki masyarakat Indonesia dengan ekonomi menengah ke bawah,” sebut Rudi.

Selain aturan ini, Presiden juga memiliki kebijakan lain tentang lahan di Batam. Yaitu terkait lahan di kampung tua.

Menurut Rudi, kebijakan lahan di kampung tua lebih diprioritaskan. “Kami harap 2020 selesai semua, prioritas kampung tua, karena yang bukan kampung tua, urusannya mudah,” pungkasnya.

Penulis: SA

Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top