POLITIK

Pengamat: Perempuan Dapat Rubah Persepsi Politik, Pilwako Batam 2020 Lebih Sengit

Timbul Dompak pengamat politiknkota batam./Dok.Foto: batamsatu.com

BATAM – Keterwakilan perempuan dalam dunia politik di Kota Batam sangat diperlukan. Banyaknya perempuan dalam politik dapat mengubah persepsi masyarakat tentang dunia politik yang identik kotor.

Pengamat politik Kota Batam, Timbul Dompak menjelaskan, persepsi mayoritas masyarakat tentang politik masih negatif.

Keterwakilan perempuan dalam dunia politik menurutnya dapat mengubah persepsi negatif tersebut menjadi lebih positif.

“Batam ini masih minim tokoh politik perempuan, khususnya yang menjabat di ekskutif atau pemerintahan,” katanya kepada batamsatu.com, Minggu (16/6/2019).

Dosen Program Studi Administrasi Negara di Universitas Putera Batam itu melanjutkan, jika berkaca pada pemilu serentak 2018 yang lalu, banyak para calon kepala daerah perempuan yang berhasil memenangkan kontestasi politik di daerah.

“Itu artinya, peluang perempuan di dunia politik sangat terbuka lebar,” tegasnya.

Ia lantas mencontohkan beberapa perempuan yang berhasil menjadi kepala daerah pada putaran pilkada serentak 2018 yang lalu.

Ada Khofifah Indar Parawansa yang terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur. Lalu Mundjidah Wahab sebagai Bupati Jombang, Ade Uu Sukaesih sebagai Walikota Banjar, Umi Azizah sebagai Bupati Tegal, Tatong Bara sebagai Walikota Kotamobagu, serta banyak lagi nama-nama perempuan yang terpilih di pilkada serentak kemarin.

Dengan banyaknya perempuan yang berhasil menjadi pemimpin, Timbul Dompak meyakini bahwa persepsi masyarakat tentang politik yang keras itu dapat berubah.

Secara karakteristik perempuan memang lebih dapat menciptakan iklim low politics yaitu politik yang soft atau lembut serta politik yang lebih friendly dengan kehidupan masyarakat luas.

Hanya saja tak yakin jika kebiasaan politik yang keras dapat dihilangkan begitu saja apabila perempuan menjadi pemimpin.

“Kerasnya politik itu gak mungkin hilang begitu saja. Tapi keterwakilan perempuan dapat memberikan warna yang berbeda dari laki-laki,” terang pria yang akrab dipanggil Dompak itu.

Saat ini, banyak negara yang dapat kita jadikan sebagai role model untuk low politik. Negara-negara di Skandinavia yang mampu mewujudkan politik secara lebih soft dengan keterlibatan perempuan.

“Keterlibatan perempuan di negara-negara itu cukup tinggi sejak awal tahun 2000an. Sehingga yang terjadi adalah politik lebih soft, politik yang lebih santun,” imbuhnya.

Selain itu menurutnya bahwa partai politik di Kota Batam yang natabene memiliki kans kuat di pemilihan Wali Kota tahun 2020 mendatang perlu pertimbangkan sosok perempuan untuk digandeng.

“Semoga saja partai politik dapat melihat peluang ini demi terciptanya iklim politik Batam yang lebih positif,” tutupnya.

Saat disinggung soal pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam ia mengemukakan jika pemerintah pusat nantinya resmi menetapkan Wali Kota Batam sebagai ex offico Kepala Badan Pengusahaan Batam tentunya Wali kota terpilih akan memiliki kewenangan lebih besar.

“Hal ini pasti akan berpengaruh pada kontestasi Pilwako Batam. Persaingan Pilwako tahun depan sangat mungkin lebih ketat dan sengit dari Pilwako 2015 yang lalu,” pungkasnya.

Penulis: SA
Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top