PERISTIWA

Pengakuan Rudi Saat Diperiksa KPK

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (baju putih) usai diperiksa penyidik KPK di Mapolresta Barelang, Batam Centre, Jumat (26/7/2019)./Dok.Foto: Ist/batamsatu.com

BATAM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi membeberkan isi pertanyaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan periksaan terhadap dirinya di Mapolresta Barelang, Batam Centre, Jumat (26/7/2019) siang tadi.

Wali Kota yang akrab disapa Rudi itu terlihat turun dari ruang pemeriksaan di lantai tiga Mapolres Barelang sekitar pukul 14.30 WIB.

Kepada awak media, Rudi menyampaikan bahwa ia dimintai keterangan oleh KPK terkait penolakannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).

“Saya menjelaskan sekali saja ya, saya dimintai keterangan tentang penolakan saya soal Ranperda RZWP3K,” ujarnya.

Ia menegaskan, alasan penolakan Raperda tersebut karena ia meminta agar seluruh Kota Batam tidak ada penambangan pasir laut.

“Seluruh Kota Batam saya minta tidak ada penambangan pasir laut bukan reklamasi pantai,” tegas Rudi.

Namun ia berkelit saat ditanya masalah reklamasi di Tanjung Piayu yang menyeret Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap reklmasi.

Menurut Rudi, soal reklamasi di Tanjung Piayu merupakan masalah yang berbeda. “Tanjung Piayu itu beda, beda itu,” tutupnya.

Penulis: Safix

Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top