POLITIK

Maju Pilkada Kepri, Ismeth Abdullah Pilih Jalur Independen

Ismeth Abdullah saat pidato peresmian kantor badan pemenangan di Batam Centre, Sabtu (17/8/2019)./Foto: Shafix/batamsatu.com

BATAM – Ismeth Abdullah mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau periode 2006-2010 kembali ingin maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2020 mendatang.

Dalam rencana pencalonannya tersebut, Ismeth Abdullah secara terang-terangan mengaku tidak di usung oleh Partai Politik (Parpol) manapun. Hal itu ia sampaikan saat peresmian badan pemenangan Ismeth Abdullah (BPIA) di Batam Center, Sabtu (17/8/2019).

“Saat ini belum ada Parpol, tapi sudah ada beberapa Parpol yang sudah berkomunikasi,” terang Ismeth, panggilan akrabnya.

Lantas bagaimana langkah Ismeth untuk maju di Pilkada Kepri jika belum mendapat kendaraan Parpol?

Alumnus Economic Development Institute of the World Bank, Washington DC, Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa dirinya lebih memilih jalur independen dalam pencalonannya. Bahkan saat ini dirinya tengah fokus menyiapkan syarat-syarat pencalonan melalui jalur independen.

“Saya masih fokus mengumpulkan seribu dua ratus KTP untuk mencukupi persyaratan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui jalur independen,” ujar Ismeth.

Perlu di akui, untuk pencalonan kepala daerah di Kepri memang baru Ismeth yang berani deklarasi. Beberapa Parpol besar yang notabene menguasai lumbung suara belum satupun unjuk gigi.

Terlepas dari itu, hal yang menarik untuk di lihat dari niat Ismeth kembali mengikuti Pilkada adalah tentang keresahannya pada kondisi perekonomian di Kepri. Ia pun menyampaikan keprihatinan atas masalah ekonomi di Kepri yang menurutnya tak kunjung stabil.

“Saya sangat prihatin dengan keadaan Kepri sekarang ini. Dulu pada saat saya menjabat petani-petani di sini bisa jual sayurannya ke negeri jiran seperti Singapura,” ujarnya.

Ia kemudian mbandingkan saat periode kepemimpinannya yang getol membuat program ekspor sayur ke luar negeri.

“Dulu kita programkan seperti itu tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Padahal di sektor itulah kita bisa memanfaatkan negara tetangga kita,” papar Ismeth.

Padahal, lanjut Ismet, Kepri sangat mampu bersaing dengan negara-negara tetangga. Ia juga menilai bahwa, Provinsi Kepri ini banyak di irikan oleh Provinsi-provinsi lain lantaran letak geografis yang berdekatan dengan negara maju.

“Kita memiliki alam yang begitu indah. Pulau kita ada di mana-mana, petani sayur kita ada di mana-mana tetapi kenapa kita tidak bisa mengekspor hasil alam kita ke negeri jiran? Padahal mereka itu butuh dengan sayur-sayuran dari Kepri,” cetusnya.

Seharusnya pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan serta memanfaatkan potensi alam yang dimiliki untuk dapat bersaing dengan negara tetangga.

“Contohnya Singapura, satu dollar saja sudah sepuluh ribu rupiah uang kita. Kalau kita bisa memanfaatkan saya yakin tidak ada masyarakat di Kepri yang jatuh miskin lagi,” kritik Ismeth.

Secara tidak langsung, Ismeth mengakui ketertarikannya maju di Pilgub Kepri 2020 mendatang adalah niat untuk mengembalikan Kepri ke jalur awal.

“Kita tidak bisa diam melihat negeri kita seperti ini. Harus ada perubahan yang kita buat,” pungkasnya.

Penulis: Shafix

Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top