BATAM CITY

Jelang Pilkada, GAMKI Batam Diskusikan Sosok Pemimpin Masa Depan Kota Batam

Para narasumber acara millenial talk yang diselenggarakan oleh GAMKI Kota Batam, Minggu (28/7/2019) di Batam Centre./Dok.Foto:batamsatu.com

BATAM – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Batam bersama Pemuda Gereja menggelar Millennial Talk dengan tema “Mencari Sosok Nahkoda Baru Kota Batam” pada Minggu (28/7/2019) kemarin.

Kegiatan yang melibatkan narasumber dari berbagai kalangan ini membahas permasalahan Kota Batam dari banyak aspek. Serta kriteria dan nilai-nilai yang perlu dimiliki oleh calon pemimpin masa depan Kota Batam.

Ketua GAMKI Kota Batam, Rikson Tampubolon, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian generasi muda dalam membangun daerahnya.

“Tahun depan Kota Batam punya hajat Pilwako. Rasanya kita perlu mulai mengangkat perbincangan ini ke publik mengenai calon pemimpin kita kedepan itu yang seperti apa,” kata Rikson kepada batamsatu.com.

Ia melanjutkan, jangan sampai nantinya dalam memilih pemimpin daerah seperti memilih kucing dalam karung.

“Kita butuh pemimpin yang mampu menggebrak. Bukan pemimpin yang hanya bisa melakukan hal-hal yang biasa atau normatif,” katanya lagi.

Uba Ingan Sigalingging, anggota DPRD Kota Batam dalam diskusi tersebut mengatakan, pemerintah harus mengerti benar tentang kebijakan publik.

“Pemimpin harus melibatkan peran serta masyarakat dalam pengambilan kebijakan,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Uba ini juga mendorong agar generasi muda untuk terlibat aktif dalam perubahan yang lebih baik.

“Para pemuda, utamanya mahasiswa harus senantiasa menjadi motor penggerak perubahan,” imbuh dia.

Lagat Siadari, Kepala Ombudsman Provinsi Kepulauan Riau, mengemukakan bahwa sosok pemimpin harus dapat dilihat secara jelas rekam jejaknya.

“Kita juga membutuhkan alternatif kepemimpinan agar masyarakat dapat memilih siapa yang terbaik,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting, lanjut Lagat, pemimpin harus memiliki legacy atau warisan untuk generasi berikutnya.

“Pemimpin itu diingat dari apa yang baik yang telah dilakukannya,” ucap Lagat.

Sementara itu Yusfa Hendri, sebagai narasumber yang mewakili Pemerintah Kota Batam, dalam diskusinya menjelaskan, untuk mengembangkan perekonomian daerah pemerintah berusaha tidak menggantung nasib perekonomian Kota Batam hanya pada sektor industri.

“Pemerintah saat ini berusaha mengembangakan sektor pariwisata sebagai alternatif penggerak perekonomian Kota Batam,” terang Yusfa.

Dan dalam hal pelayanan masyarakat, sambung Yusfa, Pemerintah Kota terus berupaya meningkatkan pelayanan publik.

“Kehadiran mall pelayanan publik di Kota Batam menjadi model percontohan nasional,” tukas Yusfa.

Narasumber acara Millenial Talk ini diantaranya adalah Uba Ingan Sigalingging sebagai wakil Dewan Kota Batam, Lagat Siadari Kepala Ombudsman Kepri, Candra Ibrahim mewakili jurnalis, Yusfa Hendri wewakili Pemerintah Kota Batam, serta akademisi Putu Hari Kurniawan dari Universitas Putera Batam.

Sementara moderator acara tersebut adalah Ketua Cabang GAMKI Batam sendiri. Yaitu Rikson Tampubolon, yang juga merupakan dosen di Universitas Putera Batam.

Penulis: SA
Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top