EKONOMI

Dosen Unrika Bantu Pemasaran Online Produk UMKM Batam

Teliti - Perempuan-perempuan ini tengah memproduksi boneka batik Cinderella. Boneka tersebut dibuat dengan teliti dan detail./Dok.Foto: Batamsatu.com

BATAM – Sulitnya memasarkan produk usaha mikro, kecil,dan menengah (UMKM) menjadi persoalan yang banyak dialami oleh para pelaku UMKM di Kota Batam. Seperti halnya produk kerajinan boneka batik Cinderella yang diproduksi oleh perempuan penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas), single parent, anak jalanan, dan penyandang disabilitas.

Sri Langgeng Ratnasari dan Gandhi Sutjahjo, akademisi dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika) mengemukakan, produk boneka batik Cinderella ini mendapat penolakan dari calon konsumen bukan karena kualitas. Melainkan image yang memproduksi.

“Mereka (calon konsumen) secara halus menolak untuk membeli produk dengan alasan boneka tersebut dibuat oleh orang-orang yang menurut pandangan mereka kurang baik,” jelas bu Sri, sapaan akrab Sri Langgeng Ratnasari.

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi mereka untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di rumah singgah dan rumah belajar Cinderella Kota Batam, Lapas perempuan, anak jalanan, penyandang disabilitas serta single parent yang kurang mampu dalam hal pemasaran produk kejrajinan tersebut.

Ia lantas menjelaskan, proses kegiatan yang ia lakukan adalah dengan memberikan ketrampilan mulai dari membuat boneka batik Cinderella, menjahit, membuat cupcake es serta ketrampilan lainnya.

“Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) yang kami lakukan dengan anggaran kegiatan dari Kemenristekdikti. Kami juga melibatkan masyarakat umum dan memberdayakan mahasiswa sebagai marketingnya,” terang dia.

Hasil produksi boneka ini, lanjut Sri Langgeng, akan didonasikan pada penderita kanker dan penyandang disabilitas di Indonesia dan ASEAN. Menurutnya, donasi tersebut dipilih karena peminat boneka batik Cinderella dari masyarakat masih sangat minim.

“Itu menjadi solusi alternatif untuk memperoleh penghasilan dari donator, sambil mencari cara bagaimana alternatif pemasaran lainnya yang bisa dilakukan,” imbuhnya.

Kemudian bagaimana langkah-langkah yang dilakukan sebelum boneka batik Cinderella di pasarkan?

Sri Langgeng kembali menjelaskan bahwa timnya melakukan analisis lingkungan eksternal dengan tujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang bagi produk kerajinan ini. Analisis lingkungan eksternal dilakukan secara kontinyu dengan melakukan pemindaian, pengawasan, peramalan, dan penilaian.

“Kita perlu mengetahui beberapa faktor untuk melihat peluang dan ancaman. Diantaranya yaitu faktor ekonomi, sosial, politik dan hukum, teknologi, dan faktor demografi,” urainya.

Analisis berikutnya dilakukan terhadap kompetitor atau pesaing khususnya dalam melihat konsep persaingan. Sehingga nantinya dapat diketahui bagaimana perusahaan mengumpulkan dan menafsirkan informasi tentang para pesaing mereka.

“Dalam menganalisis pesaing perlu memusatkan perhatian pada setiap perusahaan yang bersaing secara langsung dengan usaha ini,” jelasnya lagi.

Alhasil, menurut Sri Langgeng, dari program yang ia lakukan tersebut dapat meningkatkan pendapatan bagi pengrajin boneka batik Cinderella melalui pemasaran online. Khususnya rumah singgah dan rumah belajar Cinderella Kota Batam.

Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top