POLITIK

Demokrat Sebut Pergeseran Suara Dapil Sekupang Penyebab Kursi Hilang

Ketua badan pembinaan organisasi kaderisasi kepartaian DPC Partai Demokrat Kota Batam, Rahmad Sukri Hasibuan./ Dok Foto batamsatu.com

BATAM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Batam laporkan petugas pemilihan kecamatan (PPK) daerah pemilihan (Dapil) 6 meliputi Kecamatan Sekupang dan Belakang Padang ke Bawaslu tentang dugaan pergeseran hasil pemungutan suara di dapil tersebut.

Ketua badan pembinaan organisasi kaderisasi kepartaian DPC Partai Demokrat Kota Batam, Rahmad Sukri Hasibuan, menyampaikan bahwa suara partai Demokrat memang tidak berkurang. Namun akibat adanya pergeseran suara tersebut partai berlambang Mercy ini menjadi dirugikan dan kehilangan kursi legislatif di DPRD Kota Batam.

“Karena pergeseran suara ini partai Demokrat yang sejatinya mendapat suara menjadi raib dimakan rayap politik. Sementara partai lain menjadi diuntungkan,” ujar Rahmad kepada Batamsatu.com, Minggu (20/5/2019).

Berdasarkan rekapitulasi internal partai Demokrat, sambung Rahmad, Partai Demokrat mendapat sebanyak 3944 suara di dapil 6. Dengan jumlah suara tersebut partai Demokrat harusnya berada di atas PKB yang mendapat 3493 suara dan Golkar 3471 suara.

“Setelah pleno di Kecamatan, suara PKB menjadi 3944 suara dan Golkar hampir 4 ribuan. Partai yang seharusnya tidak dapat kursi menjadi dapat. Sementara Demokrat menjadi kehilangan kursi,” kata Rahmad.

Untuk itu pihaknya dalam hal ini partai Demokrat mengajukan keberatan dengan menolak untuk menandatangani hasil rekapitulasi suara tingkat kecamatan dan tingkat KPU kota Batam.

“Setelah pleno di KPU Kota kami melakukan laporan ke Bawaslu pada tanggal 15 Mei 2019 dengan membawa bukti CA-1 dan DA-1 dari 50 TPS dapil 6 yang tidak sinkron,” bebernya.

Saat ditanya pada tingkat mana pergeseran suara yang terjadi di dapil 6, Rahmad menyebut di tingkat kelurahan.

Rahmad juga mengapresiasi Bawaslu Kota Batam yang menerima laporan dari partainya dengan baik serta akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Bawaslu merespon laporan kami dengan baik karena ini laporan satu-satunya dari dapil 6,” tukasnya.

Ia berharap kepada Bawaslu agar dapat mengabulkan tuntutan partainya. Sehingga KPU dapat melakukan perhitungan ulang kertas suara dari 400 TPS di dapil 6.

“Untuk menghitung ulang kertas suara ini tidak butuh waktu lama, karena hanya butuh membuka kotak suara saja dari TPS,” tambahnya.

Rahmad menambahkan bahwa adanya dugaan pergeseran suara di dapil 6 ini KPU Kota Batam bersedia untuk membuka kembali kotak suara dan menghitung ulang kertas suara.

“Demi kejujuran, bagaimanapun hasi perhitungan kertas suara ulang di dapil 6 oleh KPU, semua pihak harus legowo. Jika Demokrat memang kalah kami akan terima. Begitu juga jika PKB dan Golkar yang kalah, mereka juga harus terima,” pungkasnya.

Penulis: SA

Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top