BISNIS

Belum Tergarap, Digital Logistik Sangat Prospek Di Batam

Ammar Satria./Dok.Foto: Twitter

BATAM – Pertumbuhan industri digital atau startup di Indonesia saat ini tengah mengalami pertumbuhan luar biasa. Tak terkecuali juga di Batam. Kompetisi ketat antar pelaku bisnis digital tak jarang membuat pemain-pemain baru layu sebelum berkembang.

Segmen atau wilayah yang akan menjadi konsen dari sebuah bisnis startup perlu memiliki pembacaan dan analisa yang tepat. Sehingga startup baru tidak perlu bersaing dengan startup-startup raksasa.

Pebisnis startup Batam, Ammar Satria, mengemukakan bahwa sektor industri digital yang belum tergarap saat ini adalah digital logistik. Sektor ini memiliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan di Kota Batam.

Menurutnya Batam banyak memiliki bangunan nganggur dan gudang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat transit atau penyimpanan barang.

“Ruang dan bangunan yang kosong ini belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku industri digital,” jelasnya kepada batamsatu.com, Sabtu (22/6/2019) malam kemarin.

Padahal kata Ammar, area industri maupun pertokoan yang kosong tersebut adalah peluang bagi pelaku industri digital logistik. Sehingga barang-barang seperti dari Lazada, Ali Baba dan startup besar lainnya dapat transit di Batam.

“Teman-teman startup di Batam harus ambil peluang itu untuk bangun platform digital logistik,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, pelaku startup Batam belum ada yang melirik sektor digital logistik. Akses informasi serta cara melakukan kerjasama dengan startup-startup besar inilah yang belum dapat dijangkau masyarakat.

Hal ini menurutnya pemerintah harus ikut andil dalam membuka akses informasi terkait peluang tersebut kepada masyarakat Batam.

“Sehingga pelaku startup memiliki peluang membuka platform kepada perusahaan opportunity bahwa Batam sebagai digital logistik,” jelas dia.

Dengan demikian industri startup baru tidak perlu bersaing dengan industri-industri digital raksasa. Namun justru menjadi mitra.

“Karena industri digital makanan, retail, transportasi dan lain-lain sudah menyerang Batam. Tidak usahlah kita bersaing dengan industri digital raksasa,” paparnya.

Dukungan pemerintah untuk terus mempromosikan Kota Batam serta turut membantu membuka akses informasi bagi masyarakat tentang peluang digital logistik tentu sangat penting bagi perkembangan industri ini.

“Termasuk juga memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi pelaku bisnis digital. Karena dunia digital kita saat ini hanya mengacu UU ITE saja. Namun peraturan khusus untuk industri digital satahu saya juga belum ada,” terang pendiri web development dan multimedia Fingerfast itu.

Saat ini lebih dari 80 an industri digital yang berkembng di Batam. Dari jumlah tersebut ada sekitar 10 startup yang memiliki grade cukup lumayan. Namun memang menurut Ammar tak satupun dari startup tersebut menggeluti digital logistik.

“Memang belum ada sih startup Batam yang garap sektor ini,” imbuhnya.

Jika sektor ini tergarap tentu akan membuka peluang tenaga kerja sekaligus pendapatan untuk daerah. Sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Amar menambahkan, Batam ini bukan saja memiliki kelebihan letaknya yang sangat strategis. Selain bersinggungan langsung dengan jalur perdagangan internasional, Batam merupakan gateway atau pintu gerbang jaringan internet diseluruh Indonesia.

Kabel optik yang dibangun di laut dan di daratan Batam menyambungkan Indonesia ke Singapura dan negara-negara lain di seluruh dunia. Sayangnya internet gateway tersebut di direct langsung ke Jakart tanpa ada swakelola dari masyarakat Batam.

“Itu sarana pendukungnya. Harusnya internet di Batam juga dapat gratis atau lebih murah karena jaringan tersebut lewat di bawah kaki orang Batam,” pungkas dia.

Penulis: SA
Editor: Abidin

KOMENTAR FACEBOOK
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BATAMSATU.COM merupakan portal berita terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT BATAM SATU MEDIA 2018

To Top