KEPRI

Terdakwa Sudah Rencanakan Menipu Tenaga Kerja

BATAM – Oriza Satifa, terdakwa yang terjerat kasus penipuan terhadap 223 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sudah merencanakan penipuan dengan modus perekrutan untuk bekerja di PT Sembawang di Singapura.

Hal ini terungkap dipersidangan Pengadilan Negeri Batam, yang dipimpin Majlis Hakim Ketua Edwar Haris Sinaga dengan hakim anggota Eggi Novita dan Muhammad Chandra.

Dalam fakta pengakuan persidangan terdakwa mendapat orderan dari warga negara singapure, Salbi bin Khalid. Dimana setiap calon TKI ini harus menyetor Rp7 juta per kepala untuk pengurusan permit kerja PT Sembawang sebagai tukang las di negara Singapure.

“Lebih kurang Rp1,8 miliar dari 223 orang calon tenaga kerja berhasil dikumpulkan dan Rp300 juta dikembalikan lagi,” kata terdakwa Oriza Satifa di PN Batam, Rabu (14/9/2016).

Perekrutan dilakukan melalui perusahaan terdakwa sendiri PT Prima Jaya Kontruksi. Dan perusahaan tersebut tidak Terdaftar di Disnaker Batam untuk rekrut tenaga kerja keluar negeri. Serta sejauh ini, perusahaan ini baru hanya memiliki legalitas di notaris.

Sementara itu, kata terdakwa, ia mendapat order perekrutan tenaga kerja didapat order Frengky Fernades yang bekerja di PT Sembawang serta juga merupakan tetangga terdakwa yang dikenal tahun 2009. Namun saat ini, orang yang dimaksud sudah kabur.

“Perekrutan di Batam melalui kenalan lalu saya antar sendiri ke singapore dan saya juga tertipu,” kata terdakwan. Dikatakannya, ia merekrut bertahap dan tidak sekaligus serta juga dibantu melalui rekan Desi dan lainnya dengan imbalan Rp2 juta perkepala, namun tidak dicatat dipembukuan.

Sedangkan para calon pekerja diberangkatkan bertahap melalui pelabuhan Internasional Sekupang dan terakhir april 2016 diberangkatkan melalui pelabuhan Harbour Bay, Batuampar tetapi gagal karena tidak mendapat permit.

Sedangkan Keterangan saksi Hasbi kepala seksi penempatan tenaga kerja lokal dan luar negeri Disnaker kota Batam, menjelaskan bahwa perusahaan terdakwa PT Prima Jaya Kontruksi belum terdaftar di Disnaker serta juga tidak ada izin untuk mengirim Tenaga kerja ke negara lain tujuan ke singapore.

“Perusahaan terdakwa tidak terdaftar di disnaker hanya baru memiliki akte notaris,” ujarnya.

Persidangan dilanjutkan selsa depan dengan agenda mendengarkan tuntutan Jaksa, sedangkan JPU Jurina Yosefa?, terdakwa didakwa sebelumnya primer Pasal 372 junto pasal 64 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP. Dan Subsider 372 junto pasal 64 ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(red)

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top