BATAM

Taman Aspirasi Pemko Jadi Perkemahan Imigran Asing

BATAM – Taman Aspirasi Pemko Batam dijadikan markas perkemahan tinggal bagi puluhan Imigran‎ asal negara konflik, sehingga terlihat kumuh serta jorok.

Pantauan lapangan, puluhan imigran ini berdatangan dari Jakarta‎ dan memiliki kartu Unicef, parahnya mereka semua merupakan pelarian dari Jakarta melewati darat Pekan Baru dan mengunakan kapal dengan tujuan Batam.

Ironisnya, Puluhan Imigran asal Pakistan, Afganistan , Sudan dan Afrika terus berdatangan bersama keluarga lainnya tampa terbentang. Karena kedatangan mereka tampa hambatan dan mendapat bantuan masyarakat Batam.

Terhitung hampir lima puluhan terpantau dilokasi dan selalu mengunakan fasilitas umum dewan, parahnya fasilitas musholla seperti saban hari pergunakan toilet untuk mandi dan lainnya sehingga terlihat jorok.

“Mereka keenakan mas, pur-pura susah tapi sering dijumpai di mall-mall dan ada hendphone,” Kata Ani salah seorang warga saat pengurus pasport di imigrasi Batam. Rabu(03/08/2016).

Kami sering temua mereka belanja dimall bersama keluarga, bahkan sering juga mereka ngopi di Moning Bakery greenland.

Namun, kalau ditaman aspirasi mereka ngakunya tak punya uang, tidak diperhatikan sehingga dulunya kami prihatin.

“Pemerintah harus tegas terutama IOM sebagai penampung mereka nanti bisa aja mereka jadi jahat,” ujarnya.

Sementara itu, salah tenaga honor DPRD Batam bagian perlengkapan H mengatakan, lebih kurang seminggu dipasang tenda bagi mereka untuk bisa tidur, namun hari ini dibongkar.

Karena mereka sudah mulai berlebihan dan sering pergunakan fasilitas disini, kadang tak mengerti membersihkan, hanya tau memakai.

“Lihat aja toilet, tak hentinya mereka gunakan tetapi tak mengerti bersihkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto meminta diadakannya pertemuan dengan seluruh FKPD (Forum Kedinasan Pimpinan Daerah) terkait persoalan imigran pencari suaka di Batam.

“Kita sudah menyurati Pemko Batam untuk memanggil seluruh FKPD agar dapat menangani persoalan imgran ini,” Kata Nuryanto.

Imigran pencari suaka kini menggunakan Taman Aspirasi di sebelah Kantor Kejaksaan Negeri Batam sebagai tempat tinggal, sudah mulai ramai.

“Hal ini sudah menjadi persoalan yang bisa menyangkut persoalan sosial ke depannya” Ujarnya.(red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − seven =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top