Feature

Semrawutnya Berkendara di Kota Batam

Kebisingan dan asap kendaraan memecah kesegaran udara jalanan kota Batam. Suara-suara knalpot motor, angkutan umum dan mobil-mobil tua saling beradu. Kecelakaan lalulintas sering menjadi tontonan gratis warga yang hampir setiap hari. Pemandangan umum ini akan anda jumpai di jalan-jalan di Kota Batam.

Bukan rahasia lagi sebenatnya bahwa Batam selain terkenal sebagai kota Industri juga terkenal dengan pengendaranya yang masih ugal-ugalan. Dari data Kepolisian setempat, daerah Batuaji dan Batu Ampar merupakan daerah dengan tingkat kecelakaan paling tinggi. Jalan R Soprapto dan jalan Yos Sudarso merupakan jalur pling banyak memakan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Sejak Januari hingga November 2018, 73 nyawa melayang dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Batam. Wakil Kepala Satuan Lalulintas Polrerta Barelang Kota Batam, AKP Kartijo menyebut kedua jalan ini sangat rawan terjadi kecelakaan lalulintas dari jalan lain di Batam.

“Tahun lalu angka kecelakaan tercatat sangat banyak di Jalan Trans Barelang,” ungkapnya.

Human error, cuaca dan kondisi jalan raya disebut-sebut sebagai faktor utama penyebab tingginya kecelakaan lalulintas di Batam. Faktor human error atau kelalaian pengendara disebutkan AKP Kartijo karena masih bnyak masyarakat belum peduli keselamatan nyawa sendiri. “Seperti ugal-ugalan, ngebut, ngantuk di jalan,” katanya.

Sebuah pickup terbakar di jalan raya Tanjung Piayu Kota Batam./Dok.Foto.Istimewa

Meski pengendara terkenal ugal-ugalan dan cenderung abai lalulintas, tapi tidak pada sopir angkutan umum yang ini. Arianto. Dengan kaos biru celana kain dan sandal jepit ia memacu laju angkutan miliknya dengan hati-hati.
Pria paruh baya asal Medan ini menjalankan carry miliknya dengan rute RS-Muka Kuning. Sabuk pengaman selalu siap melindungi setiap berkendara. Baik mengantar jemput kariyawan pabrik maupun penumpang lainnya.

Arianto yang kini berusia 53 tahun itu memahami betul resiko pekerjaannya. Ia mematuhi segala standar keselamatan berkendara dan kelengkapan kendaraan.

Minimal harus ada sim A umum, surat-surat kendaraan lengkap, tahu dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kalo dulu ada uang jaminan segala tapi sekarang udah ngga ada,” kata Arianto saat ditemui di tempat ia menunggu penumpang.

Hampir 10 tahun ia menjadi sopir angkutan umum dan selalu disiplin menjaga ketertiban berkendara. Ia tertawa saat diminta komentar sesama sopir angkutan umum maupun pengguna jalan lainnya yang banyak melanggar lalulintas jalan.

Menurutnya itu kembali lagi kepada kesadaran pengendara sendiri atas keselamatan nyawanya dan nyawa penumpang yang menggunakan jasanya saat itu. Hal lain yang menjadi faktor berkendara sopir angkutan umum menjadi seperti ugal-ugalan adalah jam kerja penumpang pabrik.

“Penumpang angkutan umum daerah Batu Aji pada umumnya adalah pekerja apbrik. Ini menimbulkan dorongan laju cepat bagi pengendara ataupun penumpang angkutan umum itu sendiri.

Prinsip asal cepat semua dibabat sudah mendarah daging bagi raja jalanan. Namun begitu, pria yang menghidupi seorang istri dan dua anak ini tetap berpedoman bahwa keselamatan adalah hal terpenting dibandingkan dengan tuntutan penumpang dan uang. Memang semua dikejar waktu, tapi bukan berarti kita bisa seenaknya sendiri,” ujarnya.

Bagaimanapun masalah kecelakaan lalulintas hingga menyebabkan nyawa seaeorang hilang perlu menjadi perhatian penting bagi setiap pengguna. Lebih berhati-hati dalam berkendara serta disiplin berlalu lintas tak bisa hanya selogan semata. Namun harus diwujudkan.

Bagi Arianto, keluarga yang menanti pulang kerumah adalah segalanya. Merekalah motivasinya untuk selalu menjaga keselamatan dalam berkendara. “Kita harus lebih sadar dan patuh pada rambu-rambu lalulintas,” tutupnya.

Penulis: Abidin

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 8 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top