BATAM

Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Naik Hingga 100 Persen

Konferensi pers kenaikan santunan kecelekaan Jasa Raharja di Batam Center, Senin(22/5)/foto : Ika

BATAM – Santunan kecelakaan korban kecelakaan penumpang angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas yang diberikan PT Jasa Raharja(Persero) meningkat hingga 100 persen.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan atau PMK Nomor 15 Tahun 2017 tentang besar santunan dan iuran wajib dana pertanggungjawaban wajib kecelakaan penumpang alat angkutan penumpang umum di darat, sungai/danau, feri/penyeberangan, laut dan udara. Untuk santunan korban kecelakaan lalu lintas diatur dalam PMK Nomor 16/2017) tentang besaran santunan dan sumbangan wajib dan akecelakaan lalu lintas jalan.

Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Haryo Pamungkas mengatakan kenaikan besaran santunan diharapkan manfaat dan perlindungan yang diterima oleh korban lebih memadai dan agar komplikasi atau fasilitas lebih lanjut yang mungkin terjadi apabila korban terlambat ditangani dapat dikurangi sehingga dapat menyelematkan jiwa korban di saat kritis.

“Dengan adanya kenaikan besaran santunan, diharapkan manfaat dan perlindungan yang diterima oleh korban lebih memadai, dimana juga dipandang perlu untuk memberikan manfaat baru berupa penggantian biaya untuk membawa korban di fasilitas kesehatan dan biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K),” ujar Haryo, Senin(22/5) di Batam Center.

Menurutnya kenaikan besar santunan kepada korban kecelakaan ini tidak diikuti dengan kenaikan besar iuran wajib (IW) maupun sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) sebagai wujud kehadiran Negara untuk memberikan perlindungan kepada segenap warga Negara Indonesia.

“Untuk mendukung peran PT.Jasa Raharja (Persero) memenuhi tanggung jawab memberikan jaminan perlindungan, masyarakat memiliki kewajiban membayar IW yang merupakan bagian dari komponen ongkos angkut sesuai dengan karcis/tiket yang sah setiap perjalanan menggunakan angkutan umum, juga dengan membayar SWDKLLJ, yang pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan pembayaranan pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan setiap tahun di kantor Samsat dan peraturan ini berlaku efektif sejak tanggal 1 juni 2017 bagi kecelakaan yang terjadi sejak pukul 00.00 wib tanggal 1 juni 2017, untuk kecelakaan yang terjadi sebelumnya masih menggunakan besar santunan lama,” jelasnya.

Adapun perubahan santunan dalam PMK Nomor 15/PMK.010/2017 berdasarkan angkutan umum dan darat untuk ketentuan lama yaitu, korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp 25 Juta sedangkan ketentuan baru sebesar Rp 50 Juta. Santunan untuk angkutan umum di udara sebesar Rp 50 Juta dan ketentuan baru sebesar Rp 50 Juta.

Cacat Tetap (maksimal ) berdasarkan ketentuan lama angkatan umum didarat sebesar Rp 25 Juta sedangkan ketentuan baru senilai Rp 50 Juta sedangkan biaya santunan ketentuan lama dan baru untuk angkutan umum di udara senilai Rp 50 Juta.

Biaya perawatan (maksimal) angkutan umum/darat ketentuan lama Rp 10 Juta sedangkan ketentuan baru Rp 20 Juta dan biaya santunan angkutan umum udara baik baru dan lama sebesar Rp 25 Juta.

Manfaat tambahan (baru) penggantian biaya P3K serta penggantian biaya ambulance berdasarkan ketentuan lama dinyatakan tidak ada sedangkan berdasarkan ketentuan baru untuk biaya pengganti biaya P3K Rp 1 Juta dan biaya pengganti ambulance sebesar Rp 500 Ribu.

Sedangkan biaya penguburan untuk angkutan umum di darat akan dilakukan biaya pengganti ketentuan lama sebesar Rp 2 Juta dan berdasarkan ketentuan baru sebesar Rp 4 Juta dan biaya angkutan umum di udara berdasarkan angkutan lama senilai Rp 2 Juta dan berdasarkan ketentuan barua kan dibayarkan sebesar Rp 4 Juta.

Santunan PMK 16/PMK.010/2017 untuk korban meninggal dunia secara ketentuan lama akan dibayarkan Rp 25 Juta dan berdasarkan ketentuan baru akan dibayarkan dua kali lipat yakni sebesar Rp 50 Juta, bagi korban cacat tetap ( maksimal ) berdasarkan ketentuan lama senilai Rp 25 Juta dan ketentuan baru di bayar kan dua kali lipat dari ketentuan lama.

Untuk biaya perawatan (maksimal) berdasarkan ketentuan lama Rp 10 Juta dan ketentuan baru dibayar dua kali lipatnya sedangkan biaya manfaat tambahan (baru)) sebagai pengganti biaya P3K dan penggantian biaya ambulance untuk ketentuan lama ditiadakan (tidak ada) sedangkan berdasarkan ketentuan baru sebagai penggantian biaya P3K Rp 1 Juta dan penggantian biaya ambulance senilai Rp 500 Ribu dan untuk biaya penguburan untuk ketentuan lama sebesar Rp 2 Juta dan berdasarkan ketentuan baru sebesar Rp 4 Juta.

 

 

Penulis : Ika Ratna

Editor : Rudiarjo Pangaribuan

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top