BISNIS

Ritel Modern Buka di Perumahan, Pedagang Kecil Resah

BATAM – Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(BPM-PTSP) Kota Batam diminta agar turun ke lokasi sebelum mengeluarkan izin terhadap ritel modern seperti Alfamart dan Indomart. Pasalnya kedua gerai ritel tersebut sudah menjamur di kawasan perumahan dan membuat resah terhadap pedagang kecil yang ada.

 

“Saat ini sudah masuk perumahan Cahaya Garden dan hanya berjarak 100 meter , ada 2 Alfamart dan 2 Indomart, tapi Pemerintah hanya diam. Padahal usaha kami sudah terancam tutup,” kata Desi warga Bengkong Sadai. Minggu (29/5/2016).

 

Menurutnya selama ini dukungan Pemko Batam khususnya BPM terhadap pedagang tradisional dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) masih minim. Pemko Batam terkesanmemperlebar kesenjangan dengan memberikan izin bagi ritel-ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret dengan membuka usaha di tengah pemukiman masyarakat.

 

“Ini berbahaya bagi keberlangsungan pedagang kecil seperti kami, jika tak ada aturan yang tegas, menjamurnya ritel-ritel modern di perumahan bisa membunuh usaha kami, bebernya.

 

Desi mencontohkan keberadaan ritel modern ini di wilayah Cahaya garden, Bengkong Sadai. Dikawasan itu, ada 2 gerai Alfamart dan 2 Indomart yang hanya berjarak sekitar 100 meter. Hal yang sama juga terlihat di kawasan lain, seperti Sei Panas yang berjarak sekitar 300 meter dengan sebanyak 6 ritel modern yang beroperasi.

 

Akibatnya, warung dan toko kelontong di sekitar Alfamart, satu per satu mulai merasakan imbasnya, omset penjualan menurun dan pembeli makin sepi. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai mengurangi jam buka warung atau toko. di mana di tempat yang sama juga beroperasi ritel modern.

 

Warung dan toko kelontong tak mungkin mampu bersaing dengan ritel modern yang memiliki rantai dstribusi terintegrasi, jaringan yang luas, dan dukungan kekuatan modal yang besar.

 

“Dinas BPM seharusnya turun meninjau lokasi , bukan bebas seperti sekarang, sehingga kesannya semrawut,” ujarnya.

 

Untuk diketahui dalam Keppres Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Permendag Nomor 53 Tahun 2008, dan Permendag Nomor 70 Tahun 2013 telah mengatur pendirian ritel modern berdasarkan zona. Begitupun dengan jumlah ritel modern, harus dilihat berdasarkan kebutuhan dan mempertimbangkan dampaknya kepada pelaku UKM.

 

(red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 12 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top