HUKUM & POLITIK

Ribuan Karung Bahan Peledak di Tangkap DJBC Kepri

BATAM – Petugas patroli laut Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai khusus kepulauan riau menggagalkan penyelundupan terhadap 3 kapal bermuatan bahan peledak berjenis Ammonium Nitrate sejumlah 6790 karung senilai Rp21,6 milyar.

Ketiga kapal yang ditangkap april, juli dan agustus 2016 oleh patroli bea dan cukai bernama,KM. Hikma Jaya,KM. RidhoIllahi,KM.Harapan Kita di ketahui berbendera Indonesia,ketiga kapal kayu ini berlayar dari pelabuhan Pasir Gudang,Malaysia.

Menurut keterangan Kabid Penindakan dan Sarana Operasi DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantyo mengatakan, Aksi modus ketiga kapal menggunakan rute pelayaran melalui pulai kecil.

Parahnya, pembongkaran di lakukan dipulau-pulau kecil di Indonesia dan melakukan overship dengan kapal tujuan Indonesia bagian timur untuk menghindari aparat penegak hukum.

Modus para Nahkoda kapal ini terbilang unik dengan cara overship melewati pulau-pulau kecil yang ada di sekitar wilayah kepulauan riau untuk mengelabuhi petugas perairan,” Kata Raden Evi. Rabu(21/09/2016).

Kata Dia, modus operandi ketiga kapal bermuatan bahan peledak ini mengangkut barang impor yang merupakan kategori larangan atau pembatasan impor tanpa dilindungi manifest.

Dikawatirkan Ammonium Nitrate dijadikan bahan peledak sehingga perlu dicegah tindak pidana terorisme dari penyalahan guna bahan peledak secara ilegal serta melindungi terumbu karang laut dari penggunaan bom ikan.

Akibat aksi penyelundupan Negara mengalami kerugian secara immateril yaitu di bidang pertahanan keamanan dan lingkungan hidup dengan kerugian secara materi sedikit nya 20 milyar rupiah.

Selain itu Ketiga kapal beserta nahkoda dan ABK langsung ditarik menuju dermaga Kanwil DJBC Khusus kepulauan riau,sedangkan bahan peledak Ammonium Nitrate langsung di bongkar dan di Amankan di gudang bea dan cukai.

Evy menambahkan alasan penindakan petugas bea dan cukai terhadap ketiga kapal bermuatan bahan peledak tersebut diduga melanggar Pasal 102 huruf (a) UU NO. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Dimana, Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2) dipidana karena melakukan penyeludupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun.(red).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top