BATAM

Ratusan Nasib Pencari Suaka Makin Tak Jelas di Taman Aspirasi Batam

BATAM – Lebih kurang 103 pencari suaka warga negara asing berkembangsaan Afganistan, Sudan dan Somalia nasibnya makin tidak jelas.

Parahnya , 13 orang anak menderita penyakit kulit dan seorang wanita hamil 7 bulan terkapar sakit di kemah ala kadar di Taman Aspirasi Batam Centre.

Pantauan lapangan, para pencari suaka warga negara konflik perang tersebut tidur beralas rumput tergenang air dilapisi terpal dan makanan mereka disuplai oleh masyarakat Batam dari berbagai kalangan.

Hari ini terlihat seorang dr Djamaris Munthe dan keluarga. Dimana mempunyai klinik Batam Sehat di Batu Besar , Nongsa dan juga terlihat pekerja honor DPRD Batam.

Terlihat para dermawan memberi bantuan, Indomie , Biskuit, Sabun Mandi, pasta gigi, selimut , Agua dan pakaian bekas lainnya dan alat untuk memasak seperti rice cooker dan tikar tempat tidur .

“Kami hanya berbagi rezeki, alhamdulilah kadang bisa seminggu dua kali,” Kata Dwi Ananda yang merupakan anak dr Jamaris Munthe dilokasi. Selasa(06/09/2016).

Kata Dia, kami cukup heran kenapa mereka tidak mendapat perhatian Pemerintah daerah dan IOM sebagai pengurus orang asing pencari suaka.

Mereka sudah tiga bulan tinggal ditaman ini dan hanya menunggu belas kasihan warga untuk bisa bertahan hidup , parahnya lagi 13 anak dan wanita hamil terjangkit penyakit serta tidak mendapat pertolongan,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada lebih kurang 20 anak-anak disini dan terlihat terjangkit penyakit kulit , bahkan sudah ada seminggu sakit, namun tak kunjung sembuh.

“Kami berharap Pemerintah peduli lah dengan memberi bantuan terhadap mereka,” ujarnya.

Sementara itu, dr Djamaris Munthe dilokasi mengatakan, ada beberapa yang sakit para pencari suaka ini dan kami akan berusaha membantu sebisa mungkin.

Dan paling kasihan anak-anak mereka terlihat terjangkit penyakit kulit,” ujarnya .

Sedangkan para honorer DPRD Batam terlihat membagikan pakaian bekas, serta alat memasak keperluan sehari-hari.

“Hanya bantu ala kadarnya Mas, tuk meringankan beban mereka,” kata An dilokasi.

Sementara itu. Ihmir seorang pencari suaka asal Somalia mengatakan, ada 13 orang menderita penyakit dan memerlukan pertolongan.

“Ada 13 orang sakit dan satu diantaran wanita hamil,” Kata dia dengan bahasa Indonesia kurang baik.

Kata dia, sebulan lalu pihak imigrasi Batam menyediakan dr untuk mengobati kami kalau ada yang sakit, namun sekarang tidak ada lagi.

“Tiga Minggu ini imigrasi tidak menyediakan dr lagi sehingga kami jadi susah,” ujarnya .(red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top