KRIMINAL

Polisi Bongkar Bisnis Esek-Esek Online di Batam

Kabid humas Polda Kepri, Kombespol Erlangga sampaikan pengungkapan bisnis esek-esek online kepada awak media di Mapolda Kepri, Senin (11/2/2019)./Dok.Foto: Humas Polda Kepri

BATAM – Ditreskrimum Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau berhasil membongkar kasus bisnis prostitusi online di Puri Selebrity 3, Sabtu (9/2/2019). Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini berhasil diungkap setelah diselidiki sejak tiga bulan yang lalu.

Satu orang tersangka dan satu orang korban yang diamankan dalam operasi ini dibawa ke Mapolda Kepri untuk dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga melalui rilis yang diterima batamsatu.com, Senin (11/2/2019) menjelaskan modus yang dilakukan tersangka untuk merekrut calon korban. Yaitu dengan membuka iklan lowongan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan membuka iklan Cewek Panggilan Batam di internet.

“Tim melakukan penyamaran dengan memesan PSK melalui website Cewek Panggilan Batam dan berhasil menangkap tersangka AS alias A. Serta mengamankan satu orang korban yang dibawa oleh tersangka dari Jakarta menuju Batam untuk dijadikan PSK,” jelas Erlangga.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, lanjut Erlangga, diketahui bahwa AS telah banyak menjual PSK. Diantaranya RS alias E (19) asal pangandaran, NJ, (20) asal Cirebon, VR, (20) asal Purwakarta, MAF alias C (32) asal Medan, FH Alias I, (32) asal Jakarta, WAW (23) asal Jawa Tengah, dan L (19) asal Medan.

Dalam penangkapan tersebut Polisi amankan beberapa barang bukti berupa 2 lembar boarding pass kereta api dari cirebon ke jakarta atas nama agus supriadi dan nurjanah. Satu buah handphone merk asus zenfone seri 3 warna hitam dengan nomor 08126684XXXX dan 08133333XXXX.

Sebuah kartu atm BNI dengan nomor kartu 19453416004XXXX. Uang tunai senilai Rp 3.250.000. Uang hasil rental mobil senilai Rp 500.000.

Kemudian satu buah flashdisk berisi video mesum berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK. Satu buah kartu memori micro sd merk v-gen dengan nomor 11855226.

Lalu selembar surat keterangan domisili atas nama estu suhaya. Satu buah kartu atm Cimb Niaga dengan nomor kartu 589929000084XXXX. Dan dua lembar boarding pass batik air dari hlp menuju bth atas nama Pelaku dan korban NJ. Serta dua butir pil obat penunda haid/pencegah kehamilan.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.
Pelaku terancam pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.

Selain itu pelaku juga terancam pasal lain, yaitu pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor: Abidin

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 9 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top