KEPRI

Polda Kepri Bahas Anggaran 2017 Melalui Musrenbang

BATAM – kasatker Polda Kepri membahas anggaran operasional kegiatan 2017 melalui Musyawarah Perencanaan
Pembangunan (Musrenbang) di hotel Golden View, Kecamatan Bengkong.

Kapolda Brigjen Pol. Sam Budigusdian, menyampaikan Pembukaan Musrenbang Polda Kepri Tahun 2016 ini mengambil Tema
Meningkatkan Pelayanan Prima Kepolisian dan Sinergi Polisional yang Produktif pada setiap Satker Polda Kepri.

Anggaran Polda Kepri di Tahun 2016, yang mencapai Rp.477,8 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp.94,4miliar atau 24 % jika dibandingkan dengan alokasi anggaran polda kepri tahun 2015 sebesar 383,3 miliar.

Musrenbang adalah sebuah mekanisme perencanaan, untuk mempertemukan usulan kebutuhan (Bottom Up Planning) dengan apa yang akan diprogram Polri (Top Down Planning),” Kata Sam Budigusdian. Selasa(26/07).

Kata Dia, Idealnya pelaksanaan Musrenbang melibatkan seluruh Stakeholder mulai dari tahapan proses, penentuan, dan pelaksanaan untuk secara bersama memikirkan , bagaimana

membiayai dan mengimplementasikan hasil Musrenbang yang akan dijalankan pada tahun berikutnya.Kegiatan Musrenbang merupakan langkah strategis kepolisian untuk menindak lanjuti hasil Musrenbang Polri sekaligus menguatkan arah, target dan sasaran pembangunan Polda Kepri pada Renstra tahun 20152019,” Ujarnya.

Selain itu, Imbuhnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membahas kebijakan dan strategi dalam pelaksanaan tugas , khususnya prioritas di bidang keamanan guna mendukung rencana kerja Polri tahun 2017.

Kegiatan ini juga harus dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gagasan, ide dan inovasiyang produktif didalam memecahkan berbagai persoalan di bidang perencanaan dana anggaran yang akan dapat menghambat pelaksanaan tugas Polda Kepri di dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat dan penegakan hukum.

Saat ini Polri telah menerapkan 11 program optimalisasi aksi menuju Polri yang semakin profesional, modern dan terpercaya, diperlukan dukungan penuh dan tindakan nyata dari semua pihakagar implementasi program dapat dijalankan secara sungguh-sungguh dengan hasil yang lebih optimal.

oleh karenanya monitoring dan evaluasi secara berkala harus dijalankan dengan konsisten dan terukur melalui kegiatan asistensi dan supervisi ke tiap satker dan satwil, agar semua hambatan dapat diidentifikasi secara dini dan segera dilakukan solusi perbaikan untuk memastikan program berjalan dan mencapai target yang telah ditetapkan,” Pungkasnya.(red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − eleven =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top