Batam City

Peserta CPNS Pertanyakan Kebijakan Kemenristekdikti Buka Kembali SKD

BATAM – Kebijakan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kementetian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menuai respon negatif dari masyarakat.

Respon tersebut muncul lantaran Kemenristekdikti melakukan penambahan peserta CPNS pasca pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar.

Secara resmi Kemenristekdikti mengumumkan kembali daftar nama peserta lulus seleksi administrasi untuk mengikuti jadwal tes SKD.

Dalam pengumuman Kemenristekdikti nomor: 5227/A.A2/KP/2018 menjelaskan bahwa Kemenristekdikti melakukan penambahan peserta lulus seleksi administrasi pengadaan CPNS untuk tahun 2018.

Pengumuman passing grade atau ambang batas nilai dari Kemenpan RB./Dok.batamsatu.com

Pengumuman yang di tandatangani ketua panitia seleksi Ainun Na’im tersebut sontak membuat peserta yang telah mengikuti SKD sebelumnya kecewa.

Dengan adanya pengumuman peserta baru yang lolos seleksi administrasi dan di bukanya kembali jadwal SKD sangat mungkin mempengaruhi hasil tes peserta awal yang telah mengikuti SKD.

Menurut Risa, mayoritas peserta CPNS formasi di Kementerian ini mengeluhkan soal tingginya passing grade atau ambang batas nalai pada tes karakteristik pribadi (TKP) yang dianggap cukup tinggi.

“Di formasi yang saya lamar, tidak ada peserta yang lulus di TKP ini,” ujarnya pada batamsatu.com, Jumat (31/11/2018).

Menurut perempuan yang melamar formasi dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Padang, Sumatera Barat ini, bahwa yang dikeluhkan peserta CPNS adalah nilai TKP. Sehingga dirinya mempertanyakan kebijakan Kemenristekdikti tersebut.

Tak hanya itu, lebih lanjut Risa juga mempertanyakan kebijakan penambahan peserta seleksi administrasi peserta CPNS yang hanya ada di lingkungan Kemenristekdikti.

“Dari sekian intansi yang mlaksanakan seleksi CPNS, kenapa hanya Dikti yang mlakukan SKD lagi,” imbuhnya.

Senada dengan Risa, Afi yangerupakan salah seorang dosen perguruan tinggi swasta di Kota Batam juga menanyakan kebijakan tersebut.

“Saya merasa janggal saja dengan kebijakan ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui passing grade atau ambang batas nilai untuk masing-masing jenis tes yaitu143 untuk TKP, 80 untuk TIU dan 75 untuk TWK.

Pengumuman penambahan peserta ini di rilis pada 26 November 2018 oleh panitia seleksi di lingkungan Kemenristekdikti. Dalam pengumuman tersebut tercantum alasan bahwa penambahan peserta yang dilakukan berdasarkan surat tembusan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara.

 

 

Penulis: Abidin

Editor: Abidin

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top