BISNIS

Pemilik Funtasy Island Abaikan Panggilan Disnaker Batam

Terkait PHK Sepihak terhadap 10 orang Karyawan

BATAM – PT Batam Island Marina(BIM) selaku pemilik Mega Wisata Funtasy Island di Pulau Manis Belakang Padang, Batam Kepulauan Riau mengabaikan surat panggilan mediasi tripartit dari Dinas Tenaga Kerja(Disnaker) terkait permasalahan pemutusan hubungan kerja(PHK) sepihak terhadap 10 orang karyawan bagian security.

 

Terkait hal itu, Ketua DPC K-SPSI Kota Batam, Setia Putra Tarigan mendesak Disnaker Batam agar menindak tegas sikap PT Batam Island Marina tersebut.

 

“PT BIM harus ditindak tegas, karena tidak menghargai surat panggilan mediasi tripartit dari Disnaker Batam. Perusahaan itu juga telah membuat nasib 10 orang security menjadi terkatung-katung,” ujar Tarigan, Rabu(27/1/2016).

 

Ia juga mendesak agar pengawas Disnaker segera melakukan sidak ke lokasi perusahaan untuk memastikan pelanggaran-pelanggaran yang dilaporkan pekerja ke bagian Hubinsyaker.

 

“Hubinsyaker dan pengawas harus saling kordinasi untuk melakukan sidak ke perusahaan. Selama ini hal itu tidak pernah dilakukan. Ada apa dengan Disnaker Batam?” tegas Tarigan.

 

Untuk diketahui PT Batam Island Marina sebelumnya merekrut puluhan security dari PT Mitra Produktif Indonesia untuk dipekerjakan di kawasan proyek.

 

Setelah berjalan tiga bulan, managemen PT BIM melalui Viky Satria Putra selaku HR Manager tiba-tiba mengambil alih puluhan security tersebut dari PT Mitra.

 

Salah satu security berinisial MM mengatakan bahwa pihak managemen PT BIM tidak ada itikad untuk menyelesaikan permasalahan PHK sepihak yang ada.

 

“Perusahaan tidak pernah menanggapi surat bipartit maupun tripartit yang kami kirim Bang. Perusahaan sepertinya ada yang bekingi. Buktinya Disnaker saja tidak direspon,” terangnya.

 

Ia mengaku selama 3 bulan, mereka masih menerima gaji masih dari PT Mitra, namun bulan berikutnya beralih ke PT BIM. “Kami bekerja selama 24 jam. Bekerja saat hari libur atau hari besar kami juga tidak dibayar PT BIM,” bebernya.

 

Menurutnya kelebihan jam kerja tersebut tidak pernah dibayarkan oleh PT BIM. “Saat itu kami heran Bang, tiba-tiba kami menerima gaji dari PT BIM bukan lagi dari PT Mitra, itu pun tanpa ada slip gajinya. Kelebihan jam kerja juga tidak pernah dihitung perusahaan,”pungkasnya.

 

(red/don)

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 12 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top