BISNIS

Pedagang Pasar Kesulitan Mengikuti HET Beras

ilustrasi pasar/foto : antara

JAKARTA – Para pedagang pasar mengaku masih kesulitan untuk mengikuti aturan harga eceran tertinggi beras medium dan premium yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengungkapkan saat ini masih banyak pedagang yang kesulitan untuk mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi (HET) beras. Menurutnya, terdapat beberapa penyebab sulitnya implementasi kebijakan itu di pasar tradisional.

Beras yang dijual di pasar tradisional tidak hanya medium dan premium tetapi sangat beragam. Hal itu menyesuaikan kondisi pasar karena pembeli harus banyak diberi pilihan, ujarnya, Jumat (1/9).

Abdullah menjelaskan beberapa jenis beras yang ada di pasar tradisional telah dicampur sesuai dengan permintaan konsumen. Dengan demikian, sangat sulit membedakan beras medium dan beras premium di tingkat pedagang pasar.

Di sisi lain, dia menilai sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah masih kurang masif. Akibatnya, banyak pedagang yang belum mengetahui kebijakan HET beras.

Perlu dilakukan sosialisasi yang lebih besar dan menyesuaikan dengan kondisi pasar, imbuhnya.

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan HET beras medium dan medium yang berlaku mulai Jumat (1/9/2017). Aturan itu berlaku baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

HET untuk beras medium dan beras premium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan Rp12.800 per kg. Sementara, untuk wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera sebesar Rp9.950 per kg dan Rp13.300 per kg sedangkan Papua dan Maluku sebesar Rp10.250 per kg dan Rp13.600 per kg.

 

 

 

 

Editor : Rumbo

Sumber : Bisnis.com

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − seven =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top