BATAM

Operator Tolak Program Host To Host Kanpel Batam

BATAM – Ratusan Operator pelabuhan labuh tambat kapal yang tergabung dalam Pelra dan INSA melakukan aksi protes penolakan terkait sistem Host to Host pembayaran Jasa Pelabuhan di kantor Kanpel Batam.

Lebih kurang 200an lebih operator Pelra yang dipelabuhan resmi kota Batam melakukan aksi protes karena harus membayar dimuka 120 persen sebelum kapal berlabuh dipelabuhan resmi.

Menurut Asmadi Pembina Pelra Batam mengatakan, sistem Host to Host yang berlaku saat ini sangat merugikan para operator di Batam karena para operator kebanyakan agent kapal, parahnya sistem ini tampa sosialisasi terhadap operator dan langsung jalankan.

“Sitem ini sangat merugikan operator karena pembayaran harus dimuka melalui salah satu bank, dimana belum bekerja sudah membayar dahulu sampai 125 persen,” Kata Asmadi didepan kantor Kanpel Batu Ampar. Kamis(15/09/2016).

Kata Dia, sistem yang di pelopori Kanpel Batam ini, sangat merugikan operator, dimana operator yang bergabung dalam Pelra ini merupakan perusahaan agent kecil menengah kebawah.

Rumit permasalahannya, timbul disistem mereka sendiri, dimana pengurusan dokumen biasanya disetiap Kanpel pelabuhan masing-masing, saat ini harus ke Kanpel Batu Ampar, parahnya membutuhkan waktu lebih dari dua jam, kalau telat kembali keawal.

“Kepala Kanpel harus turun kepelabuhan, jangan hanya dikantor sehingga tahu permasalahan dilapangan dan saat ini petugas Kanpel dipelabuhan lebih banyak main Game karena sistem Host to Host tidak terkoneksi,” Geram Asmadi.

Ia mengatakan, sistem ini sagat banyak kelemahannya, misalnya kapal akan masuk seminggu akan datang lalu diurus dokumen terhadap Kanpel tempatan pelabuhan, setelah itu lanjut lagi Kanpel Batu Ampar dengan asumsi biaya Rp10 juta.

Maka, lanjut dia, operator harus masukkan uang 125 persen dari sepuluh juta, kurang Rp1000 saja maka akan ditolak secara otomatis oleh sistem, apalagi proses pengurusan dokumen lebih dari dua jam maka akan berlanjut esok harinya.

Sementara itu, Ketua INSA Batam Zulkifli Ali usai melakukan perundingan bersama kepala Kanpel Batam mengatakan, sistem Host to Host belum siap diterapkan terhadap operator yang ada di Batam karena masih banyak yang harus diperbaiki dahulu.

“Kami berharap pihak Kanpel segera benahi aja dan kami menunggu sampai jam empat sore ini kalau tidak seluruh kegiatan akan kami hentikan serentak,” Kata Dia.

Kepala Kanpel Batam Bambang Gunawan saat berusaha dikonfirmasi media langsung ngacir mengunakan mobil mewah jenis Alphad tahun 2008 dan hanya sempat mengatakan nanti deh ini belum selesai.

“Nanti deh ini belum selesai,” ujar Bambang pejabat Kanpel ‎baru ini sambil menaiki mobil Alphard mengalahkan pejabat deputi BP Batam.(red).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + three =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top