BATAM

Negara China Produsen Narkoba Terbesar di Asia

Negara China Produsen Narkoba Terbesar di Asia

BATAM – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, negara China tepatnya Ghuan Zhu merupakan penghasil atau produksi narkoba terbesar di Asian. sedangkan negara lainnya hanya sebagai transit.

“Produksi narkoba terbesar Ghuan Zhu, China dan negara lainnya di Asean dipergunakan bandar sebagai transit saja,” Budi Waseso di Turi Beach, Nongsa. Rabu(20/07/2016).

Untuk menghadapi ancaman itu, kata Dia, Negara yang tergabung dalan ASEAN sepakat memerangi peredaran narkoba melalui ASEAN Seaport Interdiction Task Force(ASEAN SITF).

Termasuk bersinergi bersama antar instansi seperti, Bea cukai, imigrasi, PPATK, Polri, Bakamla, dan lainnya. dan ini sesuai intruksi Presiden jokowi dimana negara kita sudah darurat narkoba.

“Presiden sudah gerah, sehingga meminta seluruh instansi bersatu perangi narkoba yang sudah merusak jutaan generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Menurut Budi Waseso, memberantas narkoba merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat dan bukan hanya BNN jika mau menyelamatkan generasi muda kita dari pengguna narkoba.

Pasalnya, Indonesia merupakan sekmen pasar besar , sehingga bandar narkoba mengunakan berbagai cara memasukkan barang haram tersebut kenegara kita.

BNN sudah berhasil memusnahkan narkoba jenis sabu sejumlah 6 ton sepanjang tahun 2015 dan berdasarkan perkiraan dan analisa
berhasil menyelamatkan 30 juta jiwa generasi muda Indonesia.

Ternyata, imbuhnya, setelah dilakukan evaluasi berdasarkan informasi antar negara, diduga ada lebih kurang 30 ton pertahunnya beredar di indonesia.

Artinya, Kata Dia, BNN baru berhasil menggungkap 20 persennya, sedangkan sisanya 80 persen berhasil beredar dan digunakan anak bangsa kita.

“Sesuai karena perhari saja pengguna narkoba diindonesia lebih kurang 50 ribu orang perhari, monggo kalikan saja perbulan,” Terangnya.

Kata Dia, secara dunia ada lebih kurang 634 jenis produk narkoba diciptakan bandar , baru diketahui jenisnya yang masuk kenegara kita ada 44 jenis, dan 18 diantaranya masuk dalam UU, sisanya 26 belum.

sedangkan model produk yang diciptakan terbaru berupa cairan yang dikemas dalam mangkanan, minuman dan ganja sintetis.

Selain itu, hasil telisik aliran dana TPPU oleh BNN, pengasilan salah satu bandar jaringan narkoba pertahunnya tembus diangka Rp3.6 trilyun.

“Dinegara kita ada lebih kurang 72 jaringan dan diasumsikan Rp1 trilyun maka jaringan menghasilkan Rp72 triltun pertahun,” Ungkapnya.

Budi menambahkan, diperlukan kerjasama seluruh instansi memberantas peredaran narkoba, dimana Demand dan Suplay dibagi.

Demand yang perlu dilakukan melalui penjegahan dengan sosialisasi bekerja sama pemerintah daerah mulai dari gubernur sampai tingkat RT/RW.

Kalau ini berhasil maka pangsa peredaran akan berkurang , barulah suplay diberantas bekerja sama antar institusi seperti Bea cukai, Imigrasi, TPPU termasuk Polri, Bakamla dan lainnya. maka dapat menekan peredaran narkoba dinegara kita,” Pungkasnya.(red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − 5 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top