TEKNOLOGI

Lenovo Ingin Mengembalikan Kejayaan Motorola

AMOKNEWS – Di pasar global maupun di Indonesia, perangkat mobile bermerek Motorola bukanlah pemain baru, bahkan dulunya pernah merajai pasar. Namun dalam beberapa tahun terakhir, popularitasnya mulai redup dikalahkan Samsung, Asus, HTC serta Lenovo.

Pada Oktober 2014, Lenovo resmi mengakuisisi Motorola Mobility dari Google senilai $2,91 miliar. Dengan rampungnya proses akuisisi tersebut, bisnis perangkat mobile Motorola kini ada di tangan Lenovo.

Akuisisi ini juga termasuk 3.500 Sumber Daya Manusia (SDM) bagian teknik dan bagian lain di 33 lokasi di seluruh dunia, portofolio produk yang luas, serta lisensi terhadap portofolio paten teknologi Motorola yang sangat lengkap dan memiliki lebih dari 2.000 paten tambahan.

Menandai telah diakuisisinya Motorola oleh Lenovo, Lenovo Indonesia juga baru saja merilis ponsel 4G pertama Motorola yang diproduksi dan dipasarkan Lenovo di Indonesia, yaitu Moto E3 Power. Lewat ponsel ini, Lenovo ingin mengembalikan kejayaan Motorola, sekaligus memperkuat bisnis Lenovo di Indonesia.

“Moto (Motorola) adalah pemain global dan pionir di bidang telekomunikasi. Produk-produknya punya banyak penggemar setia di seluruh dunia dan juga di Indonesia. Melalui produk-produk Moto yang nantinya akan diluncurkan, Lenovo ingin membuat Moto kembali jadi ponsel yang paling digemari,” ujar Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, Adrie R. Suhadi, di peluncuran Moto E3 Power, di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Sejarah inovasi teknologi Motorola dimulai pada 1982 melalui DynaTAC, ponsel batu bata pertamanya. Pada 1996, Motorola meluncurkan StarTAC, ponsel lipat pertama di dunia.

Delapan tahun kemudian, tepatnya pada 2004, Motorola juga menciptakan sejarah baru, di mana ponsel lipat Razr menjadi ponsel terlaris pada masa itu dengan penjulan global mencapai 130 juta unit.

Setelah itu, Motorola secara konsisten mengeluarkan inovasi terbaru, seperti Droid, Moto X, Moto G 2nd Gen, Moto X Pure Edition, dan Moto G Force. Di era 1990-an, merek Motorola juga sangat dikenal lewat perangkat radio panggil atau pager yang begitu populer pada masa itu.

Mengenai kemungkinan akan dihidupkannya kembali ponsel lipat Motorola dengan tampilan yang lebih segar, pihak Lenovo menjawab hal tersebut bisa saja terjadi.

“Itu hal yang menarik, kita tunggu saja,” jawab 4P Manager Lenovo, Anvid Erdian.

Di Indonesia sendiri, ponsel Moto diproduksi di Serang, Banten, bekerjasama dengan mitra pabrikan lokal PT. Tridharma Kencana (TDK).‬

Pabrik tersebut sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan Lenovo untuk memproduksi ponsel 4G Lenovo yang dipasarkan di Indonesia. Ke depannya, Moto akan diposisikan untuk mengisi kelas premium, sementara Lenovo mengisi pasar menengah dan low end.

BERITA SATU

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top