BISNIS

Investor Singapore Kembali Lirik Sektor Industri Kepri

BATAM – Pemerintah negara Singapore melalui Economic Development Government (EDB) kembali melirik potensi investasi disektor Industri yang berpotensial dikawasan ekonomi eklusif Batam Bintan Karimun(BBK) yang ada diwilayah Kepulauan Riau.

Keinginan sejumlah pengusaha Singapore kembali berinvestasi di tiga daerah ekonomi eklusif tersebut, tak terlepas dari lahirnya program izin investasi 3 jam (i23J) dan kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang beberapa hari lalu diluncurkan BP Batam.

Dampak adanya program ini membuat negara singa tersebut kembali melakukan pertemuan lanjutan yang dibahas The Working Group on Batam, Bintan, Karimun (BBK) kembali digelar di Ruang Rapat Anggota 4, Kantor BP Batam. Selasa (6/9) lalu.

Hadir dalam pertemuan, para delegasi dari Economic Development Government (EDB) Singapura, Ms. Jayashree Sadanandan, Director International Policy, Mr.Micheal Goutama, Vice Chairman, Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Singapura.

Pertemuan ini dipimpin oleh Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya,Purba Robert M Sianipar serta sebagai fasilitator hadir Mohammad Zainal Fattah, Asisten Deputi Infrastruktur Sumberdaya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta delegasi dari BP Batam, Bintan dan Karimun.

Perwakilan Delegasi EDB Singapura mengatakan, pertemuan kali ini digagas usai pertemuannya dengan Presiden RI yang menyatakan bahwa ada banyak perubahan baik di Batam saat ini termasuk terkahir program izin investasi 3 jam (i23J) dan kemudahan Investasi LangsungKonstruksi (KLIK) yang beberapa hari lalu diluncurkan BP Batam.

kami memiliki 10 item yang dibahas, ini merupakan pertemuan dengan level meeting yang lebih tinggi, kita focus untuk menindaklanjuti 10 item yang telah kami rancang pada 3 kawasan Batam Bintan Karimun Kata Ms. Jayashree.

Kata Dia, EDB Singapura sebagai delegasi , focus bagaimana membentuk aksi dan menggagas serangkain terobosan yang dapat dikerjasamakan Indonesia – Singapura, dengan langsung melakukan pendekatan dengan stakeholders terkait untuk melihat prospek sejumlah sektor industry diantaranya digital creative industry dan digitaleconomy di Batam.

Sementara itu , Anggota 4 Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Robert menyampaikan, bahwa The Working Group ini merupakan pengejawantahan kerjasama Indnesia- Singapura untuk memajukan BBK yang lokasinya sangat dekat dengan Singapura.

Kata dia, Puncak dari The Working Group ini adalah pertemuan kedua kepala negara yakni Presiden RI dengan Perdana Menteri Singapura untuk nantinya mengevaulasi dan melihat secara real hasil dari The Working Group Ini.

“dukungan luar biasa dari kedua kepala negara ini, namun bedanya pada masa pemerintahan Pak Jokowi ini, kita diminta untuk lebih real berfokus pada hasil, dan dengan program-program yang memudahkan investasi seperti i23J dan KLIk kita harapkan ini akanmenjadi tools bagi investor asing sehingga dapat meningkatkan investasi di Batam, Bintandan Karimun. kata Robert.(red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top