DUNIA

Inilah Perlakuan Keji Perompak Somalia Terhadap Sandera WNI

Jakarta – Hampir lima tahun, para anak buah kapal asal Indonesia disandera oleh perompak Somalia. Mereka menghabiskan waktu satu setengah tahun di lautan sebelum kemudian disekap di darat selama tiga tahun.

 

Selama dalam masa penyekapan, para sandera ini mengaku diperlakukan secara tidak manusiawi. Mereka bahkan jarang diberi makan ataupun minum. Sekalinya minum, para WNI ini diberikan air yang ada kotoran unta atau kambing.

 

“Kami hanya diberi minum setengah liter dalam sehari. Minuman ini kami bagi-bagi dan satu orang hanya hanya kebagian setengah gelas saja. Itu pun air mentah yang kadang ada kotoran unta atau kambing di dalamnya,” kata Sudirman, salah satu sandera asal Batam, di Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016).

 

Kata Sudirman, jika hujan turun mereka akan menggali tanah sebesar kolam yang kemudian mereka gunakan untuk menampung air dan Air tersebut yang kemudian mereka gunakan untuk minum.

 

“Di Somalia itu jarang sekali terjadi hujan, setahun dua kali saja itu sudah syukur. Kami biasanya gali tanah buat menampung air, meskipun air itu tidak layak tapi kami terpaksa minum,” kenang Sudirman.

 

Dia juga mengatakan mereka tidak pernah memasak air yang diminum karena menurut mereka air tersebut malah jadi bau jika dimasak.

 

“Mungkin karena kondisi air tidak layak. Kalau dimasak, malah membuat kami jadi ingin memuntahkannya lagi. Jadi kami minum begitu saja,” pungkasnya.

 

Selain itu, mereka mengaku beberapa kali terkena diare lantaran tidak adanya pasokan makanan layak yang diberikan oleh para perompak.

 

“Kami hanya dikasih roti yang hampir basi. Siang tidak beri makan dan malam hanya makan nasi kacang merah dan itu juga jarang sekali,” Ungkapnya

 

 

MERDEKA

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top