BATAM

Hutan Lindung Bukit Kartini Bengkong di Babat Pengusaha

BATAM – Hutan lindung Bukit di Bengkong Kartini, Kecamatan Bengkong, hampir gundul dibabat oleh oknum perusahaan yang diduga tidak mengantongi izin. Lalu, tanahnya dipakai untuk menimbun reklamasi di Harbour Bay.

Menurut salah seorang Ketua RW12/RT01 Bengkong Kartini, perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak enam bulan lalu. Aktivitasnya telah meresahkan masyarakat.

“Tahun 2014 kami pernah ke BP Batam menanyakan status lahan daerah sini, bukit itu masuk hutan lindung,” ujarnya kepada awak media, Rabu (7/9/2016).

Ia mengatakan, aktivitas pengerukan bukit itu sudah berjalan sekitar enam bulan. Namun, ia tidak mengetahui lebih jauh karena pihak perusahaan tidak ada melaporkan kegiatan tersebut.

“Informasi yang saya dapat PT Jutam Readymic Concrete. Tapi pihak perusahaan tidak pernah melaporkan kegiatannya terhadap kami, bahkan beroperasi 24 jam,” ujar ketua RW berinisial G itu.

Kata dia, informasi yang ia dapatkan, perusahaan memperoleh izin dasar malah dari Kecamatan Batuampar, sementara bukit yang dikeruknya berada di daerah Bengkong.

“Lucu juga, izinnya dari Batuampar. Infonya tanah buat nimbun reklamasi di Harbour Bay. Mungkin masih pakai izin lahan yang dikeruk di daerah Melcem, Batuampar,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, belum ada tindakan dari pemerintah setempat terkait aktivitas tersebut.

“Warga yang bermukim dekat bukit mulai resah, tapi belum mau bertindak. Aktivitas cut and fill ini tidak terpantau karena lokasinya di tengah pemukiman warga,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Tanjung Buntung, Faisal saat dikonfirmasi awak media menduga kegiatan cut and fill di Bukit Bengkong Kartini, tidak mengantongi izin Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

“Nggak ada lapor ke Kita, saat awal kegiatan saya pernah turun ke lokasi. Karena kita tidak ada wewenang masalah lahan kemudian saya laporkan aja ke Polsek Bengkong,” Kata Faisal.

Menurut dia, permasalahan lahan itu sudah sejak lama. Warga yang bermukim di sekitar bukit itu ada 500 orang Kepala Keluarga (KK) dengan status rumah liar.

“Saya kurang tau persis status lahan itu, kabarnya hutan lindung. Tapi, setelah itu milik PT Jutam Readymic Concrete, dan ada juga yang bilang PT Union,” kata Faisal.

Dari penelusuran, truk-truk mengangkut tanah kerukan bukit itu bawa ke lokasi dekat Harbour Bay, Batuampar. Sementara itu, Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi Purnomo belum mengetahui kegiatan cut and fill di daerah tersebut.

“Coba nanti saya cek dan lihat datanya di kantor,” ujarnya singkat. (red/tim).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − one =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top