SUMUT AREA

Eksportir Korea Selatan Minati Kopi Sipirok

AMOKNEWS – Eksportir asal Korea Selatan (Korsel) tertarik dengan Kopi Sipirok yang cita rasanya memiliki khas tersendiri dan dinilai mampu bersaing dengan kopi jenis lainnya.

“Mutu Kopi Sipirok sudah tidak diragukan lagi dan sudah mampu bersaing dengan kopi terkenal lainnya di dunia seperti kopi dari Brazil dan Afrika,” kata eksportir asal Korea Selatan, Kim, usai menyambangi Angkola Kopi Sipirok (AKS) Coffee, di Sipirok, Selasa (25/10/2016).

Kim mengatakan, dirinya sengaja datang dan menggelar pertemuan dengan pengusaha Angkola Kopi Sipirok, Sholi Pohan, untuk mengajak kerjasama berkelanjutan dalam hal pengembangan dan pemasaran kopi tersebut di negara asalnya.

Melihat potensi komoditi Kopi Sipirok, ia menawarkan agar AKS Coffee mau menyanggupi kebutuhan kopi untuk PT KIM hingga takaran kontainer.

“Kopi Sipirok bisa lebih dicintai masyarakat negara Korea sepanjang AKS Coffe mau kasih kita barang sebanyak-banyaknya,” katanya yang pada kesempatan itu juga menyempatkan melakukan cupping test (tes cita rasa) kopi Sipirok.

Pemilik AKS Coffe, Sholi Pohan, mengatakan, pihaknya belum mampu membutuhi kopi permintaan pasar Korea karena untuk menutupi permintaan pasar lokal saja, dirinya cukup kewalahan.

“Kunjungan Korea ini sudah belasan kali, tujuan mengenai kerjasama berkelanjutan, namun karena keterbatasan produksi kopi, permintaan Korea kita batasi,” katanya.

Tidak hanya negara Korea, Amerika, China, Australia, Singapura dan negara lain juga sudah meminta AKS Coffe untuk melakukan kerjasama.

“Apa boleh buat, permintaan negara luar itu tidak kita lanjuti berhubung produksi kopi kita tidak memungkinkan mencukupi permintaan mereka,” katannya.

Kopi yang menjadi andalan AKS Coffee, lanjut dia, adalah jenis coffee speciality, kemudian arabica, luwak dan peaberry dengan harga yang bervariasi mulai Rp 200.000 hingga Rp2,5 juta per kilogram.

Lebih jauh ia berharap petani dan pemerintah daerah selaku fasilitator dapat menangkap peluang bisnis dari komoditi kopi tersebut, mengingat pangsa pasarnya yang sudah cukup jelas.

“Saya optimistis bila diseriusi melalui biji kopi akan mampu menambah pendapatan masyarakat petani selain dari komoditi lainnya seperti padi, karet, dan jagung,” katanya.

BERITA SATU

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + ten =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top