KEPRI

DVD Bajakan Meraja Lela di Batam

BATAM – Peredaran VCD/DVD bajakan meraja Lela peredaran di Batam tampa tesentuh aparat penegak hukum. Parahnya DVD bajakan ini sebagaian didatangkan dari Jakarta karena kualitas lebih baik .

Informasi lapangan, peredaran DVD bajakan ini sudah berlangsung cukup lama walaupun beberapa bulan lalu pernah digrebek Polda kepri.

Penjualan DVD bajakan tidak sulit ditemui di Batam, seperti ditempat keramaian maupun pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi bahkan sampai lapak-lapak dibilangan jodoh, Nagoya, Bengkong , Sekupang dan sagulung.

Semua DVD bajakan di suplay salah seorang pemain lama diduga bernama Asg yang punya toko sendiri di belakang DC Mall, Nagoya.

“Dia merupakan pemain lama dan sudah terkoordinir dengan baik terhadap oknum penegak hukum sehingga tidak tersentuh ,” Kata Sumber berinisial BS di Nagoya. Selasa(09/08/2016).

Kata Dia, pelaku pembajak DVD ini merupakan penyalur sekaligus distributor besar terhadap penjual dilapangan.

Bahkan sebagaian datang sendiri mengambil barang dan diduga juga menjual DVD porno, namun sampai saat ini belum ada tindakan aparat penegak hukum terhadap pelaku.

“Sudah terokomodir dengan baik sehingga leluasa menjual dilapangan dan kalaupun ada yang ditangkap paling penjual dilapak-lapak kecil,” pungkasnya.

Ia menambahkan, kegiatan penjualan DVD bajakan ini sudah terkoordinir dengan baik sehingga diduga aparat penegak hukum tutup mata,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sebagaimana DPR Setujui RUU Hak Cipta Jadi UU, Rancangan Undang-Undang Hak Cipta telah ditetapkan menjadi undang-undang. UU Hak Cipta yang baru ini (UU Hak Cipta Baru) akan mengganti Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UU 19/2002).

Hal lain yang menarik dari UU Hak Cipta Baru ini adalah adanya larangan bagi pengelola tempat perdagangan untuk membiarkan penjualan dan/atau penggandaan barang hasil pelanggaran hak cipta dan/atau hak terkait di tempat perdagangan yang dikelolanya (Pasal 10 UU Hak Cipta Baru).

Dalam Pasal 114 UU Hak Cipta Baru diatur mengenai pidana bagi tempat perbelanjaan yang melanggar ketentuan tersebut, yaitu pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).(red/tim).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top