BATAM

Dua Korban Tabrakan Kapal Tanker di Selat Singapura Ditemukan Tewas

Kepala Basarnas Tanjungpinang Djunaidi (Foto : IKA)

BATAM – Mission Coordinator (SMC) SAR Tanjungpinang terus melakukan pencarian terhadap korban tabrakan Kapal MT Kartika berbendera Indonesia dengan kapal JBB De Rong 19 berbendera Dominika di perbatasan perairan laut Selat Singapura dan Indonesia.

Dengan menggunakan perahu karet milik Basarnas Tanjungpinang, tim penyelamat yang terdiri dari tiga kru penyelam dan penyelamat didampingi awak media terus melakukan penyisiran korban yang sampai saat ini masih dalam pencarian.

Kronologis kejadian tabrakan yang menimpa kedua kapal tersebut yaitu terjadi pada pukul pukul 00.48 LT,di pos koordinat 01 11.12N-103 49.50E atau 1.9 NM Tenggara P. Sebarok Selat Singapura atau 3000 yds dari batas wilayah RI-Sin atau 1.8 TL Krg Banteng.

Kepala Basarnas Tanjungpinang Djunaidi mengatakan, dari sebanyak 12 korban kru kapal JBB De Rong 19 berbendera Dominik, 7 orang telah diselamatkan dan dievakuasi oleh tim Coast Guard Singapura, sedangkan 2 orang ditemukan dalam keadaan sudah menjadi jenazah di dalam kabin kapal De Rong yang mengalami kerusakan di bagian buritan akibat mengalami kebocoran sedangkan 3 korban masih dalam pencarian.

“Dari koordinasi yang di sampaikan RCC Singapura dengan kapten Harad, info pencarian yang dilakukan sebelumnya dari lima korban yang hilang, dua orang korban dalam keadaan meninggal dunia di temukan di dalam kapal JBB De Rong 19 pada pukul 13.04 LT dan di evakuasi ke Police Coast Guard Singapura,”jelasnya.

Pantauan lapangan, tumpahan minyak yang berasal dari kedua kapal tersebut sudah tidak nampak di atas perairan dan kapal sudah di pindah ketempat yang lebih jauh dari tempat semula kapal pertama kali di kandaskan di Pulau Senang.

Beberapa kapal Coast Guard Singapura terus melakukan penyisiran bersama tim dari Bakamla dan TNI AL di perbatasan perairan Negara Indonesia dan Singapura.

“Saat ini kami dari Tim SAR masih menunggu arahan dan informasi selanjutnya, baik dari pusat maupun dari negara Singapura, dan posisi kami saat ini hanya sebatas stanby dan memantau serta membantu melakukan penyisiran di perairan di seputaran TKP,”lanjut Djunaidi.

Unsur SAR di lokasi yang di libatkan dalam pencarian diantaranya KN Sar Purworejo, Rib Pos SAR Batam, KRI Pulau Rangsang 727, KRI Krait 827, Kal Welang, Kapal MPA (3,4,8), PSG Craft Coas Guard PT65, PSG Craft Coas Guard PT53, PH 53, KAL II 457 Nipah, Kapal sarotama, Speed Boat Pos AL.( Pulau Sambu, Pulau Tolop), Helly Rescue 10 Spore, 1 Tugboat Diving, 4 Tugboat, RSAF Air Caft, Navy Craft dan SDDF Craft.

 

 

Penulis : IKA

Editor : Rudiarjo Pangaribuan

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top