HUKUM & POLITIK

Djasarmen Gelar Forum Diskusi Bersama Awak Media, Bahas Pembentukan Provinsi Khusus Batam

BATAM – Anggota Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) RI asal Kepulauan Riau , Djasarmen Purba gelar forum diskusi bersama puluhan awak media cetak, elektronik dan Online membahas pembentukan wacana Provinsi Khusus Batam.

Hadir sebagai pembicara Djasarmen Purba, Alfan Suhairi dan Richard Nainggolan perwakilan PWI Kepri.

Djasarmen Purba , dalam dialog daerah‎ mengatakan, wacanakan dialog akan dilaksanakan seminggu sekali dimana bertujuan menampung aspirasi. Agar dapat terbentuknya Provinsi Khusus Barelang.

“Ide ini sudah pernah dilontarkan pada 30 januari 2007 untuk pembentukan kabupaten, dan itu 9 tahun lalu dan kali ini akan diwujudkan kembali,” Kata Djasarmen di Kantor DPD RI Batam. Kamis(04/08/2016).

Kata Dia, hal ini perlu dilakukan karena ada beberapa pertimbangan terjadi akibat konfliknya antara BP Batam dan Pemko Batam, sehingga menganggu terhadap masyarakat, contohnya ketika pengusaha diundang berinvestasi. Namun saat sudah fit teryata lahan harus melalui BP Batam.

Kedua FTZ tidak berjalan, padahal sudah masuk dalam UU, tapi kenyataan berbeda sehingga FTZ yang diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi Batam teryata gagal.

Ketiga, tentang potensi pengembangan daerah wisata, dimana begitu banyak yang belum terjamah dan ada tiga seperti Pariwisata yang sampai saat ini belum tersentuh sama sekali.

Galangan kapal dimana 100 ribu karyawan saat ini tak jelas, karena tidak terurus dan tidak terkelola maka seperti itu‎ , terakhir tentang kota Konfrensi atau kota mas.

“Saya sangat prihatin konflik antara BP Batam dan Pemko Ini, makanya adanya Provinsi khusus Kepri akan teratasi,” Kata Djasarmen

Alfan Zuhairi mengatakan, sebenarnya ini merupakan gagasan lama tetapi diperbaharui dimana dulunya sudah dibentuk Badan Pembentukan.

Dan ini terlahir dari kekecewaan masyarakat pulau yang tidak teratasi permasalahan baik infrastruktur maupun lainnya,” Kata Dia.

Saat ini masyarakat Hinterland sudah kecewa dan dipastikan pembagunan yang dilakukan oleh dua institusi tersebut gagal memajukan perekonomian masyarakat.

“Saya justru menilai kedua institusi gagal mensejahterakan masyarakat Batam,” Ujarnya.

Ia menambahkan, sungguh aneh seluruh pejabat BP didatangkan dari jakarta dan parahnya lagi justru menaikkan UWTO‎ disaat perekonomian sedang amruk.

“Mereka dari jakarta, ya justru tidak tahu apa-apa, makanya saya mendukung dibentuk provinsi khusus, namun saya tidak bisa terlibat langsung karena saya fokus dakwah kepulau saat ini,”Pungkasnya.

Richard Nainggolan perwakilan dari sekretaris PWI Kepri mengatakan, intinya dari media akan dibentuknya Provinsi khusus sifatnya kepentingan bersama akan mendukung.

“Media sebenarnya demi perkembangan Batam tentu sangat mendukung,” Kata Dia.

Saya melihat konflik yang terjadi saat ini antara dua institusi sangatlah tidak menguntungkan.

Menurut saya, BP Batam terjadi perubahanpun tidak terjadi perubahan dan saya setuju BP Batam dibubarkan.

Artinya agak secara pribadi saya mendukung pemerintahan khusus. Karena kalau orang lain bukannya orang Kepri mau jadi apa?‎(red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + ten =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top