Hukum

Buronan Lama Kejari Batam Tertangkap Di Tasikmalaya Jawa Barat

Batam – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batam amankan perempuan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Perempuan berinisial HAIM ini diamankan pihak Kejari Batam bekerja sama dengan Kejaksaan Agung di rumahnya yang beralamat di Batamia Art, Komplek Rajapolah Permai No 15, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kabar adanya penangkapan buronan ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batam, Dedie Tri Hariyadi.

Ia membenarkan bahwa penangkapan DPO HAIM yang telah kabur selama 3 tahun itu dilakukan di kediaman buron di Tasikmalaya.

“DPO itu kita amankan bersama tim Intelijen Kejagung sekitar pukul 20.00 wib, di rumahnya sendiri,” tegas Dedie, Rabu (5/12/2018).

Dedie menuturkan bahwa saat penangkapan, HAIM kooperatif. Kendati berstatus DPO namun ia tidak melalukan perlawanan melainkan pasrah kepada petugas.

“Di dalam penangkapan tersebut, DPO kooporatif dan tidak melakukan perlawanan apapun,” ujar Dedie menambahkan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Batam, Robi Siregar. Tim Kejari Batam dibawah pimpinan langsung Kajari Batam dan intelijen Kejagung, telah mengamankan HAIM.

Robi menambahkan bahwa DPO akan di terbangkan ke Batam melalui bandar udara Bandung untuk menjalani proses hukum lanjutan.

“Rencananya jika tidak ada halangan, DPO itu akan dibawa ke Batam besok (Kamis) dari Bandung, sekira pukul 11.00 WIB pagi,” terangnya.

Sebelumnya, HAIM di jerat dalam perkara dengan sengaja memakai surat yang palsu namun seolah surat itu asli dan tidak palsukan.

Tindakan HAIM dengan pemakaian surat palsu tersebut jelas dapat mendatangkan kerugian. Sebagaimana tertuang dalam pasal 263 ayat (2) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP dengan Pidana Penjara selama 2 Tahun dan 6 bulan.

Atas kasus tersebut, HAIM diputuskan bersalah oleh Pengadilan Tinggi Pekanbaru No.319/Pid.B/2014/PT.PBR tanggal, 26 Februari 2015.

Sebelumnya, HAIM telah mendapat putusan bersalah karena melakukan tindak pidana oleh hakim Pengadilan Negeri Batam.

Putusan tersebut terdapat dalam perkara No.395/PID.B/2014/PN.BTM Tanggal 8 Oktober 2014, dengan vonis selama 2 tahun dan 6 bulan penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

 

 

 

Penulis: Abidin

Editor: Abidin

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top