Health

Bos Facebook Sumbang 39 Triliun untuk Menghapus Penyakit

AMOKNEWS – CEO Facebook Mark Zuckerberg memiliki ambisi yang jauh lebih besar melebihi menghubungkan seluruh warga dunia dengan internet. Ia dan istrinya ingin ambil bagian untuk menghapuskan penyakit dari muka bumi, selambatnya akhir abad ini.

Zuckerberg dan Priscilla Chan berkomitmen menyumbang 3 miliar dollar AS (sekitar Rp 39 triliun) dalam 10 tahun ke depan untuk mempercepat riset ilmiah dasar.

Penggunaan bantuan tersebut ditujukan untuk menciptakan alat ukur riset, mulai dari perangkat lunak dan keras, serta teknik yang belum ditemukan, sehingga kelak akan ditemukan terobosan besar, seperti halnya penemuan mikroskop dan rantai DNA pada generasi sebelumnya.

Targetnya adalah untuk “menyembuhkan, mencegah, atau mengatasi semua penyakit” dalam waktu sekitar 80 tahun ke depan.

Pasangan miliarder tersebut menyadari bahwa ambisi mereka terdengar gila, tetapi mengingat penemuan dunia kedokteran dan penelitian dalam satu abad terakhir, dengan adanya vaksin, statin untuk jantung, atau kemoterapi, hanya sedikit kemajuan yang sudah dicapai.

Dengan tingkat kemajuan tersebut, Zuckerberg memperhitungkan tidak mungkin untuk menyelesaikan sebagian besar masalah kesehatan pada akhir abad ini. Dalam dua tahun terakhir ini, ia dan istrinya telah banyak berdiskusi dengan para ilmuwan dan pakar.

“Ini bukan sesuatu yang hanya kami baca dari buku dan diputuskan tiba-tiba harus melakukan apa,” katanya dalam sebuah wawancara.

Melalui organisasi filantropi milik mereka, The Chan Zuckerberg Initiative, pasangan ini menyumbangkan 600 juta dollar AS untuk mendanai riset ilmiah dan kedokteran. Tahun lalu pasangan ini juga menyumbangkan 99 persen kekayaannya untuk yayasan.

Tujuan yang ingin mereka capai bukan cuma fokus pada penyakit tertentu, misalnya kanker tulang atau penyakit parkinson, melainkan juga melakukan riset dasar. Salah satu contohnya, membuat atlas sel yang bisa dipakai untuk mengetahui semua perbedaan tipe sel dalam tubuh. Kelak, atlas ini bisa dipakai untuk mengembangkan berbagai jenis obat.

Profesi Chan sebagai dokter anak sepertinya berpengaruh besar pada keputusan pasangan ini untuk memilih riset bidang kedokteran.

“Saya bersama banyak keluarga sering harus menghadapi keterbatasan dalam hal pengobatan. Saya juga sering harus mengatakan kepada keluarga berita yang sulit, seperti anak mereka didiagnosis leukemia atau kami belum bisa menolong,” kata Chan membagi pengalamannya.

Zuckerberg dan Chan berharap upaya mereka ini bisa menginsipirasi banyak orang sehingga semakin banyak yang bekerja sama dalam sains, medis, dan teknologi.

“Kita menghabiskan 50 pengeluaran dalam kesehatan untuk mengobati orang yang sakit dibanding yang kita pakai untuk penelitian penyakit dan pencegahannya,” kata Zuckerberg.

Pasangan yang baru memiliki satu anak bernama Max ini sering dibandingkan dengan Bill dan Melinda Gates, yang kegiatan filantropi mereka juga terfokus pada kesehatan dan pendidikan.

KOMPAS

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + two =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top