KEPRI

BC Batam Dikabarkan Menangkap Puluhan Karton Rokok Ilegal

BATAM – Jajaran Personil Bea dan Cukai Batam bersama Polisi Militer dikabarkan menangkap peredaran rokok FTZ di dua glosir Mandalay dan Aleng di Batu Aji.Selasa(4/10/2016).

Informasi lap‎angan, personil Bea dan Cukai hanya merazia dua toko Glosir diduga milik Alak dan berhasil mengamankan 40 karton. Rokok tampa cukai merek S-Mild, H-Mild dan Luffman bernilai ratusan juta.

Rokok tampa cukai ini‎ diduga disupley ke glosir yang ada di Batam oleh Alak dan dibekingi oknum aparat, sedangkan rokok S-mild berkantor salah satu sukajadi. Parahnya rokok tampa cukar juga diselundupkan ke antar pulau.

“Dua glosir yang di razia BC diduga milik alak,” kata H salah seorang sumber. Kamis(06/10/2016).

Kata Dia, walaupun BP Batam sudah mengeluarkan larangan kuota rokok pertengahan tahun 2015, tidak berdampak hilang rokok FTZ di Batam bahkan cenderung marak beredar tampa terkendali.

Namun, para pedagang glosir lainnya sampai pengecer selalu mudah mendapatkan melalui glosir diduga milik Alak yang dibekingi oknum aparat.

“Enam bulan lalu juga gudangnya juga digrebek bea cukai bahkan sampai pasar toss 3000,” ujarnya.

Peredaran rokok oleh BP Batam memang telah dibuka kembali, namun pelaksanaan diawal tahun 2017 tetapi kenyataannya dipasar peredaran masih marak.

Seperti diketahui, sejak di setopnya kran kouta rokok non cukai pada Maret 2015 lalu, rokok non cukai ini tetap banyak beredar di Batam. Bahkan, rokok ini banyak diselundupkan ke daerah lain hingga ke Padang, Sumatera Barat.

Sementara itu, Artinya demand-nya ada, nah bagaimana sekarang mengatur demand agar orang tidak berbuat dosa dan kesalahan. Dari itu kita mengatur pemasukan rokok tersebut,” ujar Gusmardi Bustami, anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam.

Untuk menekan pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha selama ini. BP Batam juga merubah sistem pembagian kuota sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri.

“Kuota diberikan secara adil dan transparan. Sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Gusmardi.

“Jadi jangan you ambil angka dari langit. Kuota yang diberikan harus bisa dipertanggungjawabkan ke publik, jadi apa aja dasarnya, kenapa sebesar ini, apa alasannya, bagaimana cara membagikannya ke agen,” jelasnya.(red).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top