BISNIS

Aset Perbankan Kepri Capai Rp 56,33 Triliun

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra (Foto : Dok.Swara Media Network)

BATAM – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan kinerja perbankan secara tahunan di Provinsi Kepulauan Riau bulan April 2017 relatif stabil bila dibandingkan bulan sebelumnya.

“Aset perbankan di Provinsi Kepri tercatat sebesar Rp 56,33 triliun dengan pangsa 0,81 persen dari perbankan nasional. Aset tersebut tumbuh sebesar 6,46 persen, sedikit meningkat dibandingkan bulan lalu sebesar 6,11 persen,” ujar Gusti dalam siaran pers yang diterima BATAMSATU.COM, Kamis(22/6).

Ia mengatakan, Bank Umum terlihat masih mendominasi kegiatan perbankan Kepri dengan total aset yang mencapai Rp 50,09 triliun atau 88,91 persen dari total aset perbankan, jauh lebih besar dibanding aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tercatat sebesar Rp 6,24 triliun.

“Loan to deposit ratio (LDR) untuk perbankan di Kepri tercatat sebesar 77,93 persen dan tingkat kredit bermasalah (NPL) masih terjaga pada tingkat yang wajar sebesar 2,68 persen, sedangkan kredit perbankan di Kepri hingga April 2017 tercatat sebesar Rp 37,35 triliun dengan pangsa 0,55 persen dari perbankan nasional. Kredit tersebut tumbuh 4,64 persen, melambat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 6,00 persen,” jelas Gusti.

Ditambahkan Gusti, secara sektoral penyaluran kredit untuk lapangan usaha masih didominasi sektor utama pendukung pertumbuhan ekonomi Kepri yaitu Industri pengolahan (1 0,07 persen), perdagangan besar dan eceran (17,77 persen), transportasi, gudang dan komunikasi (10,23 persen) dan konstruksi (4,38 persen).

Menurutnya, berdasarkan penggunaan/porsi kredit terbesar yaitu kredit konsumsi sebesar Rp 6,09 triliun (43,1 1 persen), kemudian kredit modal kerja sebesar Rp 1,68 triliun (31 persen), sedangkan sisanya kredit investasi sebesar Rp 9,5 triliun (25,60 persen). Untuk penyaluran kredit modal kerja terbesar untuk sektor Perdagangan besar dan eceran (45 persen), industri pengolahan (25 perseb) dan Konstruksi.

“Sementara penyaluran kredit investasi terbesar kepada transportasi, pergudangan dan komunikasi (36 persen), perdagangan besar dan eceran (14 persen) dan industri pengolahan (13 persen),” terangnya.

Sementara untuk penyaluran Kredit Perumahan di Kepri per April 2017 tercatat sebesar Rp 6, 17 triliun atau tumbuh 4,79 persen, melambat di banding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,78 persen, sedangkan dari tingkat kredit bermasalah (NPL) kredit perumahan di Kepri sebesar 1,82 persen masih dalam batas wajar.

“Penyaluran Kredit UMKM di Kepri periode April 2017 sebesar Rp 9,62 triliun atau tumbuh melambat sebesar 6,81 persen di bandingkan yang bulan lalu tumbuh sebesar 7,37 persen,” lanjutnya.

Gusty mengatakan, untuk kredit UMKM memiliki pangsa sebesar 25,75 persen terhadap total kredit perbankan dan kredit UMKM terbesar diberikan oleh bank umum sebesar Rp 7,8 triliun atau mencapai 81,31 persen dari total kredit UMKM, sedangkan sisanya diberikan oleh BPR.
Sedangkan perkembangan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh perbankan Kepri tumbuh menguat menjadi sebesar Rp 47,92 triliun atau 7,1 persen dibandingan bulan sebelumnya sebesar 6,43 persen.

“Struktur dana perbankan didominasi oleh tabungan dengan pangsa mencapai 39,28 persen, diikuti oleh deposito yang mencapai 34,15 persen dan giro yang mencapai 26,57 persen,” ucapnya.

Sedangkan kinerja perbankan syariah di Kepri, untuk Aset bank syariah tercatat sebesar Rp 3,73 triliun tumbuh sebesar 23,94 persen dibanding April tahun lalu dengan pangsa 1,48 persen dari total aset perbankan syariah nasional.

Sementara, DPK sebesar Rpl,58 triliun dengan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp3,69 triliun atau 10% dari total kredit kepri.

Adapun tingkat kredit bermasalah, Non Performing Financing (NPF) masih terjaga pada tingkat yang wajar sebesar 1,63 persen dan finance to deposit ratio (FDR) perbankan syariah sebesar 234 persen relatif tinggi dengan ekspansi pembiayaan cukup besar namun belum diimbangi dengan perolehan dana pihak ketiga yang optimal.

 

 

Penulis : Ika Ratna

Editor : Rudiarjo Pangaribuan

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − five =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top