BATAM

APGEMA Desak Walikota Tertibkan Izin Gelper di Batam

BATAM – Ketua Asosiasi Pengusaha Game Elektronik Anak-anak dan Keluarga(APGEMA) Kepri, Ahmad Rosano meminta Wali Kota Batam mencabut izin usaha Gelanggang Permainan(Gelper), karena ditemukan beberapa pelanggaran di lapangan dan dugaan tidak membayar pajak.

 

“Kami minta Wali Kota Batam segera mencabut izin Gelper, karena ditemukan berbagai macam pelanggaran di lapangan yang tidak menguntungkan bagi Batam,” Kata Rosano. Senin(22/08/2016) siang di Batam Center.

 

Kata Dia, terjadi beberapa pelanggaran yang ditemukan dilapangan, diantaranya mengenai pelanggaran soal ketentuan lokasi yang sudah di sepakati di Komisi I DPRD Batam yang tidak memperbolehkan buka di ruko, gudang maupun dilokasi perumahan warga.
“Ketentuan yang disepakati, lokasi Gelper dilarang di Ruko dan gudang”, ujarnya.

 

Selain itu, lokasi gelper yang berada di Ruko dan Gudang sama sekali tidak mencerminkan nilai pariwisata. Nilai pariwisata sudah tidak ada, karena di lokasi Ruko dan Gudang, anak-anak juga bisa masuk, tegasnya.

 

Ia mengatakan, adanya pelanggaran soal ketentuan mesin yang bisa digunakan dalam lokasi Gelper, dan parahnya lagi para pengusaha juga diduga tidak membayar pajak.

 

“Hari ini kami telah bertemu Wali Kota, dan beliau setuju izin ditertibkan kembali karena lokasi telah menyalahi aturan,” kata dia.

 

Menurutnya, berdasarklan Peraturan Kapolri tahun 2002, mesin Doraemon, MM, Poker, Rolex tidak boleh digunakan. Saat ini mesin-mesin tersebut masih ditemukan dilapangan.

 

Parahnya lagi, imbuhnya, jumlah izin usaha Gelper yang telah diterbitkan BPM-PTSP Batam yang melebihi ketentuan yang disepakati yakni 30 izin. Padahal sesuai dengan kesepakatan yang ada, izin usaha Gelper yang dikeluarkan BPM harus mendapatkan rekomendasi dari APGEMA.

 

Sampai saat ini, izin Gelper yang dikeluarkan BPM tanpa rekomendasi dari APGEMA. Mesin yang digunakan juga tidak dilaporkan serta tidak ada verifikasi.

 

Rosano menegaskan bahwa BPM-PTSP Batam sudah melakukan pelanggaran terkait penerbitan izin Gelper yang ada, dan banyak pelanggaran yang mereka lakukan, mulai dari izin lokasi, ketentuan mesin dan tidak adanya pengawasan. Seharusnya Dinas Pariwisata yang melakukan verifikasi terhadap mesin, jelasnya.

 

Dia menambahkan, meminta Wali Kota Batam segera mencopot Gustian Riau dari jabatannya sebagai Kepala BPM-PTSP Batam karena sudah kuat dugaan adanya aroma kongkolikong dan parahnya lagi sudah sama seperti mengeluarkan izin Indomaret.

 

Sampai saat ini awak media belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Kepala BPM-PTSP Batam terkait izin usaha Gelper yang telah diterbitkan.

 

 

(RED/TIM)

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top