BATAM

Alamak , Pulau Pasir Panjang Tempat Pembuangan Limbah Tengker Asing

BATAM – Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam bersama Batalyon Infanteri 10/Marinir melakukan pembersihan 25 ton limbah B3 di pantai Pasir Panjang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Rempang Galang

Limbah B3 jenis oil Cleantank tersebut diduga dibuang Kapal Tengker yang berlayar di perairan Indonesia. Limbah berbahaya tersebut selain merusak ekositem laut juga mematikan mata pencarian nelayan pesisir.

“Setiap tahun limbah ini sampai ke tepi pantai pasir panjang sehingga penghasilan tangkapan ikan kami menurun drastis,” kata Ading di lokasi, Rabu (10/8/2016).

Ia mengatakan, limbah oli ini sangat berbahaya dimana kalau disentuh kulit melepuh. Parahnya, limbah tersebut sudah merusak pantai sepanjang dua kilo. Termasuk pohon bakau yang terdapat di kawasan itu.

” Puluhan kelong dan bubu tidak bisa lagi menghasilkan karena sudah berwarna hitam,” ujarnya.

Ketua RW 07 Pasir Panjang , Sarmik mengatakan, limbah berwarna selalu datang setiap tahun, terutama menjelang Imlek dan sudah enam bulan kejadiannya. ” Kami sangat berterima kasih terhadap Bapedal dan Marinir melakukan pembersihan pantai selama dua hari ini,” ujarnya.

Kepala Bapedal Batam Dendi Purnomo mengatakan, permasalahan pembuangan limbah yang diduga dilakukan kapal tangker lewat di perairan kita sudah berlangsung lama. Tahun ini, ada Pantai Nongsa, Pantai Batu Merah, Tanjung Pinggir dan Pantai Pasir Panjang yang terkena dampaknya, setelah diuji di labfor limbah tersebut sangat berbahaya.

Saat ini, pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup bersama Syahbandar terus berkoordinasi memantau setiap kapal tangker yang membuang limbahnya secara ilegal. “Dengan pihak negara tetangga pun sudah berkoordinasi dan bulan September rapat di Batam membahas pembuangan limbah oleh kapal tangker,” kata dia.

Ia menambahkan, di sepanjang pantai Pasir Panjang ini limbah yang ada lebih kurang 25 ton bahkan bisa lebih karena sebagian sudah bercampur dengan pasir. Sehingga pembersihannya diagendakan selama dua hari melibatkan Marinir dan warga setempat.

Komandan Pleton Marinir 10 SBY Kapten Yudha Hermawan Kurniadi mengatakan, pembersihan pantai dari limbah yang dilakukan bersama Bapedal merupakan salah satu program kemaritiman agar marinir selalu bersama warga.

” Dan ini baru pertama kali kami lakukan di Batam, selama ini Marinir hanya membersihkan limbah di laut saja dan bukan di pantai. Jadi ini merupakan hal yang baik dan setelah ini kami bersama Bapedal akan melakukan hal yang sama di pantai lainnya dan merjunkan satu pleton personil,” pungkasnya.(red/di)

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + ten =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top