KEPRI

Alamak, Jaksa Tuntut Terdakwa Penyeludup Sembako 1,6 Tahun Penjara

BATAM – Dua terdakwa Nahkoda kapal penyeludup sembako , beras, gula dan barang bekas dari Jurong Port Singapore hanya dituntut JPU Kejari Batam hanya selama 1,6 tahun penjara. Kamis, 15/9/2016).

Perkara kedua terdakwa dituntut secara terpisah, dimana Salam Harahap menahkodai kapal KLM. Surya Indah GT 142 dengan isi beras 1.954 karung serta barang bekas sedangkan Awin Pranoto nahkoda kapal KLM. Raja Persada-I GT 103 muatan beras 1.815 karung, gula 18 karung serta barang bekas.

Selain dituntut, kedua terdakwa juga dikenakan denda 100 juta subsudaer 3 Bulan penjara.

“kedua terdakwa terbukti secara sah bersalah sebagaimana didakwa dalam dakwaan Pasal 102 huruf (a) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang  Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabenan,” kata Zulna gantikan JPU Triyanto diruang sidang utama PN Batam.

Selain itu, Zulna membacakan tuntutan kedua terdakwa, barang bukti hasil seludupan yang diangkut dua kapal untuk kedua terdakwa dirampas untuk negara yaitu beras, gula serta barang bekas, sedangkan kapal pengangkut barang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.

Sidang kedua terdakwa penyeludup sembako dan barang bekas dipimpin Hakim Majelis Edward Haris Sinaga didampingi Hakim Anggota Egi Novita dan Chandra.

“Tuntutan kedua kedua terdakwa sudah dibacakan Jaksa, jadi untuk persidangan berikutnya agenda pembelaan (pledoi) terdakwa,”ujar Hakim Edward Haris sambil mengetok palu tiga kali.

Sidangpun ditunda dan dilanjutkan pada Hari Rabu(21/9/2016)

Seperti diketahui, Salam Harahap Bin Rincang selaku Nakhoda kapal KLM. SURYA INDAH GT. 142 pada hari Jumat tanggal 04 Maret 2016 sekira pukul 01.00 WIB.

Bertempat di perairan Tanjung Sengkuang Batam Provinsi Kepulauan Riau pada posisi titik koordinat 01° – 11’ – 034†N / 103° – 56’ – 987†E  yang merupakan Wilayah Perairan Kepri , mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2) berupa .

Beras sebanyak 1.954 karung, barang bekas 330 karung, peralatan rumah tangga seken berbagai jenis dan barang elektronik televisi dan kulkas.

Sedangkan terdakwa Erwin pada tanggal 02 Maret 2016 sekira pukul 20.00 WIB saat terdakwa Salam Harahap Bin Rincang berada di kapal KLM. SURYA INDAH GT. 142, terdakwa didatangi saudara CACA (masih dalam pencarian) yang memang sudah dikenal oleh terdakwa sebagai pengurus kapal.

Kemudian saudara Caca memberikan Crew List dan menyuruh terdakwa untuk bersiap-siap berangkat menuju Jurong Port (Singapura) jika seluruh ABK dan buruh yang tertera namanya pada crew list tersebut sudah lengkap.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tipe B Batam ditemukan muatan kapal KLM. RAJA PERSADA-I GT. 103 berupa beras 1.815 Karung Serta gula pasir sebanyak 181 karung(red).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top