HUKUM & POLITIK

Alamak DPRD Kepri Bagai Tersengat Listrik , Sebagai Penentu Kenaikan Tarif PLN Batam

BATAM – Wacana kenaikan tarif listrik rumah tangga sebesar 47 persen terus mendapat penolakan dari masyarakat. PT. Bright PLN Batam ingin menaikkan tarif listrik tersebut dengan alasan merugi dan akan melakukan ekspansi bisnis.

Parahnya, wacana kenaikan tarif listrik oleh PLN Batam sudah mendapat persetujuan Gubernur kepri dengan surat usulan terhadap DPRD Kepri no 015/0520/set ditanda tangangi Nurdin Basirun. sehingga membuat DPRD bagai tersengat listrik sebagai penentu akhir kenaikan tarif .

Wakilketua komisi 2 DPRD Kepri, Sirajudin Nur mengatakan, memang dalam waktu dekat akan melakukan pembahasan lanjutan bersama PLN Batam terkait usulan kenaikan tarif. dimana sudah tiga kali digelar rapat, namun baru sebatas mendegarkan alasan kenapa?PLN Batam harus melakukan penyesuaian kenaikan TDL.

“Rapat selanjutnya perlu dilakukan sesuai Undang-undang no 30 tahun 2009 bahwa pembahasan dan persetujuan kenaikan tarif PLN itu berada di provinsi dan tidak lagi berada di kabupaten/kota,” kata Sirajudin usai rapat bersama Gubernur kepri di gedung Graha Kepri. Senin(22/08/2016).

Kata Dia, atas usulan PLN ini, yang disampaikan melalui gubernur, maka gubernur mengusulkan terhadap DPRD Kepri, lalu di DPRD akan dibahas dilintas komisi II dan komisi III.

Nah dari komisi dua dan tiga nantinya akan memberikan pertimbagan kepada DPRD apakah usulan kenaikan tarif disetujui atau tidak. namun ini tentu melalui kajian-kajian serta analisis terkait kondisi keuangan PLN Batam.

Karena itu, saat ini DPRD sedang menunggu PT PLN Batam menyerahkan laporan keuangan yang sudah diaudit tahun 2015 dan tahun 2016 yang sedang berjalan,” Jelasnya.

Ia mengatakan, Dan dari situlah nantinya DPRD akan mempelajari kondisi sesungguhnya keuangan mereka, apakah benar merugi mengeluarkan biaya beban operasional tinggi dibandingkan pendapatan atau memang PLN ini tidak efektif dalam mengunakan sumber-sumber pembiayaan yang diperoleh dari masyarakat.

Terkait kenaikan tarif, secara pribadi saya melihat haruslah disikapi secara bijak dan saya percaya seluruh masyarakat serta siapapun, yang namanya kenaikan ini memberatkan dan mendapat penolakan. tapi disisi lain secara feir kita juga harus melihat, apakah misalnya dengan mempertahan tarif lama ini, kita menerima resiko kondisi kelistrikan yang tidak prima nantinya.

Karena ini menyangkut hajat masyarakat banyak, dimana nantinya masyarakat akan menuntut pelayanan yang maksimal 24 jam dari PT. PLN, dan jika nantinya hasil analisis DPRD terhadap laporan keuagan PLN , maka DPRD akan mengambil keputusan tetap pada tarif lama atau menyetujui penyesuaian kenaikan tarif.

Tetapi percayalah sebagai ketua Fraksi Kebangkitan Nasional kalaupun nanti harus terjadi kenaikan tidaklah akan sebesar tarif yang ajukan PLN sebesar 47 persen dari tarif awal atau dasarnya.

Selain itu, Kata Dia, untuk memutuskan hasil analisis komisi dua dan tiga terkait kenaikan tarif yang diajukan PLN sesuai UU no 30 tahun 2009 diputuskan melalui sidang paripurna.

“Jika dalam paripurna ada rekan-rekan sebagian menolak maka langkah yang ditempuh adalah pemungutan suara,” jelasnya. (red/di).

KOMENTAR
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 3 =

BATAMSATU.COM merupakan Portal Berita Terpercaya di Batam

Hubungi Kami

PT. BATAM SATU MEDIA2018

To Top